Bagaimana Mendesain Layout Website lewat 5 Langkah Mudah [Disertai Tipe Layout]

Author

Hanif Mufid

Published on

July 6, 2026

Ketika membangun sebuah situs web, cara merancang layout website sangat menentukan tampilan website itu sendiri.

Layout dapat diibaratkan seperti denah rumah. Warna cat dan dekorasinya bikin rumah terlihat cantik, tetapi kalau denahnya berantakan, orang tetap akan bingung mau lewat mana. Begitu juga dengan website. Saat seseorang membuka website, mereka biasanya akan melihat susunan keseluruhan halaman.

Layout yang rapi dapat membuat tampilan keseluruhan website terlihat profesional, modern, dan trusted. Sebaliknya, layout yang terlalu penuh atau tidak seimbang bisa membuat website terasa membingungkan bagi pengguna.

Oleh karena itu, tak ada salahnya bagi Anda melihat contoh layout desain website dan mempelajari tentang cara mendesainnya agar website Anda mudah dibaca serta memberikan user experience yang nyaman sekaligus menyenangkan bagi audiens.

Langsung saja, mari kita mulai mendesain layout website yang akan membuat bisnis Anda makin maju di dunia digital.

Kriteria Desain Layout Website Yang Baik

Apakah Anda siap untuk mengembangkan bisnis Anda di dunia digital lewat media yang lebih modern? Lebih dari 1,94 miliar website di seluruh dunia yang menunjukkan bahwa mereka menggunakan internet untuk mempromosikan, melakukan transaksi, menjangkau pelanggan baru, berkomunikasi, hingga memberikan layanan digital.

Untuk memulainya, Anda dapat memikirkan desain layout website yang baik untuk memberikan pengalaman positif, imersif, dan menarik bagi pengguna, terutama calon pelanggan.

Dari navigasi yang mudah hingga desain yang menarik secara visual, layout yang dirancang secara terstruktur dapat membantu menarik pengunjung, menawarkan kenyamanan kepada mereka, hingga meningkatkan peluang untuk berlangganan.

Layout website yang efektif harus memiliki kualitas seperti berikut:

Memiliki Hierarki yang Jelas

Layout desain website yang efektif harus mempunyai hierarki visual. Artinya, pengunjung bisa langsung tahu bagian informasi yang paling penting dan mana yang hanya menjadi bagian pendukung. Contohnya ukuran heading, posisi elemen, warna tombol, kontras visual, dan sebagainya.

Misalnya, headline utama di landing page harus dibuat lebih besar daripada deskripsi paragrafnya karena headline tersebut akan menarik mata audiens. Tombol seperti “Price” atau “Hubungi Kami” juga harus dibuat jelas dengan tone warna yang bold agar tidak samar dan mudah dilihat.

Menu Navigasi Mudah Dipahami

Menu atau tombol navigasi harus dibuat sederhana dan tidak membingungkan, supaya pengunjung dapat menemukan halaman penting atau bagian yang mereka cari dengan cepat. Penting memberikan nama menu yang jelas, posisi menu dapat ditemukan dengan mudah, dan versi mobile tetap nyaman digunakan saat scrolling.

Sebaliknya, jika user merasa harus menebak-nebak isi menu, kemungkinan besar mereka akan menutup website Anda dan beralih ke website lain.

Konten Tersusun Rapi

Konten yang tersusun rapi dapat dilihat dari konten yang terasa mengalir atau dengan kata lain, informasi di dalam website disusun dari yang paling penting ke detail pendukung. Misalnya, bagian header diisi dengan tentang website atau layanan utama, kemudian disusul fitur yang ditawarkan, value produk atau jasa, harga, dan solusi.

Ketika situs web terasa intuitif , pengunjung akan merasa nyaman berlama-lama membuka dan eksplor website Anda. Sebaliknya, konten yang dibuat sembarangan dan kurang tepat akan membuat pengunjung merasa rumit, ribet, dan akhirnya pergi begitu saja.

White Space yang Cukup

White space adalah ruang kosong yang berada di antara elemen desain. Bagian ini harus dipikirkan secara saksama agar website terasa lega dan audiens mudah membaca isi konten di dalamnya tanpa harus merasa penuh atau ramai.

Selain itu, white space juga bermanfaat bagi pengunjung website agar fokus pada elemen yang mereka cari, membuat desain tampak lebih profesional, dan menjadikan tampilan website lebih clean.

Konsisten secara Visual

Layout yang menarik dan efektif memiliki konsistensi dari sisi visual. Ini artinya, gaya desain, jarak, ukuran elemen, bentuk tombol, dan pola section tidak berubah-ubah tanpa alasan. Contohnya, jika seluruh tombol utama berwarna biru, jangan tiba-tiba tombol utama lain berwarna merah, kecuali memang ada alasan desain yang jelas.

Konsistensi visual akan sangat berpengaruh pada branding, profesionalitas, dan bagaimana klien melihat website Anda.

Sekali lagi, pemilihan tema WordPress yang tepat dan merancangnya secara terstuktur dapat menciptakan pengalaman pengguna yang positif dan berdampak kuat terhadap bisnis Anda di masa depan.

Bagaimana Cara Membuat Layout Desain Website?

Sebelum membuat layout desain website, Anda harus memahami terlebih dahulu tujuan website dan kebutuhan penggunaannya. Sebab, layout bukan sekadar susunan gambar, teks, dan tombol. Namun layout adalah cara Anda mengatur informasi agar pengunjung bisa memahami isi website dengan mudah.

Jika Anda membuat website tujuannya untuk berjualan, layout harus menonjolkan produk dan tombol beli. Apabila tujuannya portfolio, berarti layout harus menonjolkan hasil projek dan kontak Anda. Sementara jika Anda ingin fokus pada company profile, layout harus mampu membangun kepercayaan audiens.

Dengan memahami konsep dan tujuan di atas, Anda dapat merancang situs web yang efektif dalam menyampaikan konten, memamerkan produk atau layanan, dan membangun profesional branding yang pada akhirnya meningkatkan konversi website Anda.

Berikut langkah-langkah untuk merancang layout website yang tepat sesuai kebutuhan Anda!

Langkah 1: Identifikasi Tujuan Dasar dalam Membangun Website

Pemahaman yang solid tentang tujuan situs web Anda akan membantu memandu pilihan desain Anda dan memastikan bahwa situs Anda efektif dalam memenuhi kebutuhan pasar target Anda.

  • Sebutkan tujuan utama Anda membuat website
  • Identifikasi audiens dan target Anda
  • Pahami kebutuhan audiens atau calon target bisnis Anda
  • Kira-kira, tindakan apa yang ingin dilakukan pengunjung?
  • Brand atau citra seperti apa yang ingin ditampilkan di hadapan pengunjung

Memahami beberapa hal dasar tersebut akan membantu Anda dalam memilih layout yang cocok untuk situs web Anda. Namun jika Anda tetap dilema dalam menentukan layout desain website secara detail, menggunakan jasa pembuatan website bisa jadi opsi terbaik. Perusahaan penyedia jasa pembuatan desain web dapat menerjemahkan ide dan kebutuhan Anda menjadi layout desain utuh.

Seluruh informasi yang Anda berikan pada penyedia jasa pembuatan website sangat berpengaruh terhadap waktu yang dibutuhkan untuk merancang situs web itu sendiri. Makin jelas ide Anda, makin cepat pula layout desain tersebut selesai.

Langkah 2: Memetakan Konten dan Fitur Website Anda

Langkah kedua adalah memetakan konten dan fitur yang akan menarik perhatian audiens Anda dengan mengidentifikasi halaman-halaman dan fungsinya.

Umumnya, situs web bisnis dilengkapi dengan halaman home page, tentang kami, dan hubungi kami. Beberapa juga mencakup berita, blog, katalog, dan fungsi lainnya.

Kemudian, gabungkan dengan fitur yang ramah pengguna seperti menu navigasi yang intuitif, fungsi pencarian yang kuat, dan elemen interaktif yang mengundang audiens untuk menjelajahi serta berlangganan website Anda.

Jika Anda ingin membuat layout situs web yang sederhana, sebaiknya buat tampilannya tidak terlalu padat dengan banyak elemen. Tujuannya agar tidak membingungkan pengguna, tetapi di waktu yang bersamaan memudahkan mereka dalam mencari elemen atau halaman sesuai kebutuhannya.

Sebaliknya, fokuslah pada konten dan fitur paling penting yang sejalan dengan tujuan situs web Anda dan target audiens.

Langkah 3: Membuat Wireframe

Berbekal konten dan fitur yang sudah Anda petakan, saatnya beralih ke wireframing (Sketas kasar layout website). Langkah ini sangat penting karena melibatkan sketsa representasi visual dasar dari layout website Anda, untuk membantu Anda memvisualisasikan bagaimana konten dan fitur tersebut akan digabungkan dalam satu web.

Wireframe biasanya berisi kotak untuk gambar, garis untuk teks, posisi tombol, susunan section, letak navigasi, dan area footer. Seluruh sketsa kasar ini dapat dibuat di kertas, Figma, Whimsical, atau tools lain. Yang penting idenya terlihat.

Saat menyusun wireframe, hindari menempatkan terlalu banyak elemen dalam satu area. Sisakan ruang kosong atau white space (ruang putih) agar setiap bagian halaman memiliki jarak yang cukup. Selain membuat tampilan lebih rapi, ruang kosong juga membantu mengarahkan perhatian pengguna ke elemen yang paling penting, seperti tombol CTA, menu navigasi, atau informasi utama.

Jika website akan diakses dari berbagai perangkat, wireframe juga harus dirancang untuk beberapa ukuran layar, seperti desktop, tablet, dan smartphone. Desain website yang responsif saat diakses lewat perangkat seluler akan membuat mayoritas pengguna smartphone merasa nyaman saat mengeksplornya.

Langkah 4: Pilih Warna yang Penting

Memilih palet warna yang tepat untuk situs web Anda adalah aspek penting dalam proses desain. Palet warna berperan besar dalam memengaruhi kenyamanan pembaca, memperkuat indentitas brand atau website, memfokuskan perhatian pengguna, hingga membangun persepsi audiens terhadap bisnis atau layanan Anda.

Biasanya palet warna terdiri dari beberapa jenis warna, mulai dari warna utama, warna sekunder, warna aksen, dan warna netral.

Dalam praktiknya, memilih palet warna untuk desain website sebaiknya mendukung keterbacaan pengguna, sehingga warna teks dan background harus kontras. Tujuannya agar ramah pengguna dan mudah dibaca, bahkan dari kejauhan.

Anda pun bisa memilih palet warna dengan menggunakan tools seperti Adobe Color, Coolors, Khroma, dan Material Design Color Tool.

Langkah 5: Cek Situs Web Lain sebagai Inspirasi

Apabila keempat langkah di atas sudah dilakukan, tetapi Anda merasa masih perlu sumber referensi sebagai inspirasi dalam mendesain, melihat situs web lain, terutama tema dan template WordPress yang mereka gunakan, merupakan ide yang bagus.

Amati apa yang membuat website mereka menarik. Mulai dari menu navigasinya, desain halaman utamanya, warna yang digunakan, dan cara mereka menyusun konten. Dengan mengamati website lain, Anda pun akan mencoba mengulik strategi di balik penerapan layout tersebut.

Ditambah lagi tren website diketahui selalu berubah setiap tahunnya, sehingga mengecek website lain sebagai sumber referensi akan membantu Anda meningkatkan pengetahuan soal tema, style, atau tren visual yang sedang banyak digunakan. Tentunya, Anda juga harus bijak dalam melihat tren, karena tidak semua tren cocok dan bisa diaplikasikan pada website Anda.

Namun apabila dalam proses menganalisa tren visual mengalami kendala, Anda dapat memanfaatkan memanfaatkan layanan Tonjoo untuk memperoleh panduan dan dukungan yang dibutuhkan sepanjang proses desain. Khususnya dalam membuat layout website yang unik dan mampu mencerminkan merek Anda.

Beberapa Contoh Desain Layout Website dan Jenisnya

Mengeksplorasi jenis layout lewat mesin pencari dapat memberikan wawasan dan inspirasi untuk proyek desain web Anda. Selain menambah referensi, Anda juga akan lebih memahami keuntungan dan fleksibilitas yang ditawarkan oleh setiap jenis layout website tersebut.

Yuk, ketahui beberapa contoh jenis layout di bawah ini dan buat pengunjung website Anda mendapatkan pengalaman terbaiknya!

1. Single Column

Layout single column atau kolom tunggal fokus pada tata letak website yang menyusun seluruh konten dalam satu kolom vertikal dari atas ke bawah. Jadi, pengguna cukup scroll ke bawah untuk membaca atau melihat isi halaman, tanpa harus berpindah fokus ke banyak kolom.

Mereka yang memilih layout ini umumnya ingin memprioritaskan keterbacaan konten dengan desain yang bersih dan minimalis. Oleh karenanya, layout single column direkomendasikan untuk website yang memproduksi konten seperti blog atau situs berita, target penggunanya adalah mobile user, dan ingin menonjolkan produk atau layanan.

Beberapa contoh layout single column pada website antara lain:

  • Medium (medium.com) menggunakan layout kolom tunggal untuk menekankan keterbacaan dan mengurangi gangguan, memungkinkan pembaca untuk fokus sepenuhnya pada konten.
  • Substack (substack.com) menggunakan pendekatan single column, terutama pada halaman newsletter dan artikel. Susunannya sederhana, fokus pada judul, penulis, isi tulisan, dan tombol subscribe.
  • Basecamp (basecamp.com) sering memakai pendekatan layout yang sederhana dan fokus, dengan konten yang mengalir dari atas ke bawah.
  • Typeform (typeform.com) juga diketahui menggunakan pendekatan layout tunggal karena fokus pada storytelling vertikal yang mengarahkan pengguna memahami produk, fitur, dan manfaatnya secara bertahap.
  • Apple (apple.com) di bagian produknya menyoroti desain yang ramping dan modern.
contoh single layout column

Contoh website yang menggunakan layout single column

2. Split Screen

Layout split screen adalah tata letak website yang membagi layar menjadi dua bagian utama, biasanya kiri dan kanan, yang masing-masing sisi bisa berisi elemen berbeda. Misalnya, sisi kiri berisi teks, lalu di sisi kanan terdapat gambar, video, ilustrasi grafik, atau elemen lainnya.

Penggunaan jenis layout ini sangat cocok untuk website yang ingin menampilkan dua elemen yang sama-sama penting. Contohnya adalah landing page produk, website portofolio, e-commerce atau online shop, dan website edukasi.

Mirip dengan split screen biasa, variasi split screen asimetris menampilkan bagian dengan ukuran yang tidak sama, sehingga menambahkan dinamika visual yang unik dan menekankan konten atau tindakan yang lebih penting.

Beberapa website yang menerapkan split screen layout adalah

  • Stripe (stripe.com) menggunakan komposisi teks dan visual produk dalam dua area yang seimbang.
  • Dropbox (dropbox.com) memakai layout dua kolom untuk menjelaskan fitur, manfaat, dan visual produk.
  • Webflow (webflow.com) juga banyak memakai layout dua kolom untuk menampilkan teks penjelasan dan visual produk.

Contoh website yang menerapkan split screen layout

3. Grid of Cards/Kisi Kartu

Layout grid of cards merupakan tata letak website yang menampilkan konten dalam bentuk kartu-kartu kecil yang tersusun rapi dalam grid mirip seperti konten katalog digital. Setiap card biasanya berisi satu unit informasi, seperti gambar, judul, deskripsi singkat, harga, tag, atau tombol.

Bagi Anda yang ingin memproduksi konten visual seperti portofolio, produk, online course, atau artikel dengan cara yang bersih dan terstruktur, layout jenis ini sangat direkomendasikan. Setiap kartu dapat dengan mudah dipindai oleh pengguna, menjadikannya website yang ideal dan cepat diakses.

Contoh:

  • Pinterest (pinterest.com) menggunakan layout grid of cards, memungkinkan pengguna untuk menemukan dan menjelajahi berbagai konten visual dengan mudah, bahkan berkualitas.
  • Airbnb (airbnb.co.id) menggunakan card untuk listing penginapan, lengkap dengan foto, lokasi, rating, dan harga.
  • Shopee (shopee.co.id) menggunakan grid card untuk produk. Cocok untuk memahami struktur card e-commerce.
  • Dribbble (dribbble.com) memakai grid card untuk menampilkan desain dari para kreator.

Contoh penerapan layout berbentuk grid

4. Layout Magazine ( Majalah)

Layout Magazine fokus pada tata letak website yang terinspirasi dari tampilan majalah atau media editorial, sehingga dinilai lebih fleksibel. Biasanya layout jenis ini menampilkan banyak konten dalam berbagai ukuran, kolom, gambar besar, headline menonjol, artikel pilihan, kategori, dan elemen visual yang dinamis

Bagi Anda yang ingin membuat website dengan produksi konten artikel atau konten sekaligus tanpa semuanya terlihat sama rata, layout magazine bisa jadi pilihan yang baik.

Beberapa contoh website yang mengaplikasikan layout magazine adalah

  • The New York Times (nytimes.com) menggunakan Layout bergaya majalah untuk menampilkan berbagai berita dengan headline menarik dan gambar yang menarik perhatian.
  • Vogue (vogue.com) memakai layout editorial dengan foto besar, headline kuat, dan kategori seperti fashion, beauty, culture, dan lifestyle. Cocok untuk melihat magazine layout yang premium dan visual.
  • National Geographic (nationalgeographic.com) memakai visual besar dan storytelling yang kuat. Dapat Anda jadikan referensi layout magazine berbasis foto, travel, sains, dan budaya.

Contoh layout magazine pada beberapa website

5. Layout Bentuk F

Layout bentuk F mengikuti pola baca alami pengguna yang cenderung melihat konten dalam pola berbentuk F, dimulai dari mata melihat bagian atas halaman dari kiri ke kanan. Lalu turun sedikit dan kembali membaca dari kiri ke kanan, tapi biasanya lebih pendek.
Setelah itu mata bergerak turun di sisi kiri halaman untuk memindai poin-poin penting.

Pola ini menggambarkan perilaku pengguna saat baca online yang diawali dari melihat judul, scan subjudul, lalu scroll sambil cari yang penting. Singkatnya, mereka ingin cepat-cepat menemukan informasi yang relevan pada web tersebut tanpa membaca detail setiap bagian.

Contoh layout bentuk F yang bisa Anda jadikan inspirasi:

  • Amazon (amazon.com) memanfaatkan layout bentuk F, menempatkan logo di sudut kiri atas, diikuti dengan kotak pencarian dan menu navigasi yang menonjol di sepanjang bagian atas.
  • Wikipedia (wikipedia.org) banyak menggunakan konten teks, heading, link internal, dan navigasi yang membuat pengguna memindai informasi secara cepat.
  • Google Search Results atau halaman hasil pencarian Google sangat dekat dengan pola F karena pengguna membaca dari atas, lalu memindai judul dan snippet di sisi kiri.

Layout bentuk F juga identik dengan website di atas

6. Layout Bentuk Z

Layout bentuk Z mempresentasikan pola tata letak website yang mengikuti arah pandangan mata pengguna seperti huruf Z. Biasanya, mata pengguna bergerak dari kiri ke atas, lalu ke kanan atas, kemudian turun diagonal ke kiri bawah, selanjutnya bergerak ke kanan bawah.

Pola seperti ini sering digunakan pada halaman website yang sederhana, tidak terlalu banyak teks, dan punya satu tujuan utama. Misalnya untuk mengarahkan pengunjung melihat logo, navigasi, pesan utama, lalu tombol

Contoh website yang menonjolkan layout desain berbentuk Z antara lain:

  • Dropbox (dropbox.com) menggunakan layout bentuk Z pada halaman beranda mereka, mengarahkan pengguna dari logo mereka ke headline, lalu ke paragraf deskripsi, dan akhirnya ke tombol panggilan tindakan.
  • Slack (slack.com) banyak menggunakan hero section dengan headline kuat, navigasi atas, visual produk, dan tombol CTA yang mudah ditemukan
  • Spotify (open.spotify.com) sering menggunakan halaman campaign atau promo Spotify dengan komposisi sederhana, visual kuat, dan CTA jelas.

Website yang menerapakan layout bentuk Z

Itulah beberapa contoh layout desain website yang dapat Anda jadikan inspirasi atau terapkan ke dalam situs web Anda.

Anda juga dapat menggabungkan beberapa layout, misalnya, split screen untuk layout halaman home page, sedangkan konten menggunakan single column. Atau, Anda juga dapat menggunakan layout split screen di bagian atas, sedangkan setelah menggulir menggunakan layout single column untuk konten.

Jangan takut untuk bereksperimen dengan elemen desain dan layout yang berbeda untuk menemukan yang terbaik untuk situs web Anda.

Dengan pendekatan yang tepat, layout situs web Anda dapat berdampak signifikan pada pengguna Anda dan membantu mencapai hasil yang diinginkan.

Elemen-Elemen Desain Tampilan Website yang Baik

Desain website yang sukses tidak hanya terbatas pada layout saja. Beberapa elemen kunci juga berkontribusi pada website yang fungsional dan menarik secara visual. Sebut saja seperti sidebar, menu bar, dan gambar fitur.

Dengan memahami pentingnya elemen-elemen ini, Anda dapat membuat website yang powerful dan mempresentasikan tujuan dibuatnya website tersebut.

1. Sidebar

Sidebar adalah elemen yang serbaguna dan dapat diletakkan di sisi mana pun dari area konten utama, menyediakan informasi atau opsi navigasi tambahan. Sidebar sering digunakan untuk menampilkan konten terkait, tautan media sosial, iklan, atau fungsi pencarian. Saat merancang sidebar, pertimbangkan tips berikut:

  • Hindari menambahkan terlalu banyak elemen atau widget ke dalam sidebar, sehingga sulit bagi pengguna untuk menemukan informasi yang dibutuhkan.
  • Sertakan hanya item yang paling relevan dan penting dalam sidebar Anda untuk memastikan bahwa item tersebut melengkapi konten utama daripada mengalihkan perhatian pengguna.
  • Pastikan sidebar Anda beradaptasi dengan baik dengan ukuran layar yang berbeda, baik tampilan website maupun mobile demi menjaga layout yang bersih dan ramah pengguna.

2. Menu Bar

Menu bar adalah elemen navigasi yang penting, biasanya ditemukan di bagian atas sebuah situs web. Keberadaan Menu Bar dapat membantu pengguna dengan mudah mengakses halaman dan bagian yang berbeda dalam situs Anda. Untuk membuat menu bar yang efektif, perhatikan pedoman berikut:

  • Batasi jumlah item menu untuk menghindari pengguna merasa terlalu banyak informasi. Fokus pada bagian yang paling penting dan gunakan menu dropdown atau submenu jika perlu.
  • Buat mudah dikenali: Pastikan menu bar Anda mudah dikenali dan menonjol dari konten lain, menggunakan warna atau elemen desain yang kontras.
  • Optimalisasi untuk seluler: Terapkan desain menu responsif, seperti menu hamburger, yang beradaptasi dengan baik pada layar yang lebih kecil dan navigasi sentuhan.

3. Featured Image

Featured image adalah elemen visual yang menonjol dan menarik perhatian pengguna. Gambar ini dapat digunakan pada postingan blog, halaman produk, atau halaman arahan untuk menciptakan kesan pertama yang menarik.

Untuk memanfaatkan featured image sebaik mungkin, pertimbangkan hal-hal di bawah ini:

  • Pilih gambar resolusi tinggi yang tajam dan profesional untuk mencerminkan kualitas keseluruhan situs web dan konten.
  • Pertahankan gaya dan estetika yang konsisten di semua featured image untuk menciptakan tampilan yang kohesif dan memperkuat identitas merek Anda.
  • Kompres dan optimalkan gambar untuk mengurangi ukuran file dan meningkatkan waktu pemuatan, memastikan pengalaman pengguna yang lancar.

Dengan menggabungkan elemen penting ini ke dalam desain situs web Anda, tampilan visual layout pun makin terlihat menarik, sangat fungsional, dan ramah pengguna. Itulah pentingnya fokus pada estetika dan fungsionalitas akan membantu website Anda memberikan pengalaman pengguna secara optimal.

Anda dapat berkonsultasi dengan Tim Tonjoo untuk menciptakan layout desain web yang user friendly, visualnya menarik, dan mampu menjadi media terbaik bagi Anda dalam mengembangkan bisnis maupun profile company.

Sebagai pengembang web berpengalaman, kami akan bekerja sama dengan Anda untuk memahami kebutuhan dan preferensi Anda demi mewujudkan visi serta misi melalui website. yang tentunya menghadirkan value bagi penggunanya. Hubungi kontak kami untuk melakukan konsultasi secara gratis!

 

Updated on July 10, 2026 by Anisa K.

Mari Bekerja Sama!

Wujudkan situs web impian Anda bersama kami.

Contact Us