Tips Membuat Prompt AI untuk Poster infografis
Published on
Membuat poster infografis memerlukan sejumlah teknik prompting yang baik dan tepat agar hasil generate image atau gambar oleh AI benar-benar relevan, sesuai keinginan pengguna, dan minim kesalahan.
Tentunya teknik prompting tersebut jelas berbeda ketika pengguna menginginkan informasi atau respons dalam bentuk teks, kode, maupun grafik. Hal ini berlaku bagi pengguna yang memanfaatkan tools AI seperti ChatGPT, Gemini, Sora, dan sebagainya.
Bagi Anda yang ingin tahu cara membuat poster infografis menggunakan AI, terlebih lagi ChatGPT, wajib sekali memerhatikan beberapa hal di bawah ini.
Daftar Isi
Hal-Hal Penting Sebelum Menulis Prompt untuk Membuat Poster Infografis
1. Punya Tujuan Visual
Menentukan tujuan visual sangat penting sebelum Anda meminta AI memproduksi atau menghasilkan poster infografis. Mengapa? Karena tujuan visual termasuk bagian dari instruksi yang akan Anda berikan pada AI.
Contoh tujuan visual: “Aku mau membuat poster berisi informasi yang berguna bagi pembaca atau pencinta matcha. Jadi, Aku mau kamu membuatkan poster infografis tentang seberapa besar manfaat matcha bagi tubuh jika dikonsumsi secara tepat”

Inilah hasil poster dari prompt di atas.
Pada dasarnya, instruksi di atas berisi perintah sekaligus tujuan bahwa Anda ingin dibuatkan poster infografis oleh AI. Selain isi informasi dalam poster infografis, tujuan visual lainnya yang bisa Anda minta pada AI adalah
- Ukuran atau format poster (contoh: ukuran 3:4, 1:1 atau square, dan sebagainya).
- Style visual (contoh: minimalis, retro, kasual, modern, profesional, dan sebagainya).
- Warna background poster (contoh: ingin poster infografis menggunakan background warna tertentu, transparan, dibuat seolah realistis dengan teknik layering, dan lain-lain).
- Tata letak dan penekanan visual (judul besar, setiap poin diberikan ikon/emoticon, warna font, pakai ilustrasi gambar/foto).
- Pendukung visual (ikon, emoji, foto, dan sebagainya).
Jika Anda melihat secara detail poster infografis di atas, ada beberapa elemen visual yang memperkuat konten dalam poster. Mulai dari penggunaan foto matcha yang realistis, ikon-ikon untuk mendukung penjelasan dari tiap poin manfaat matcha untuk tubuh, hingga warna background yang cenderung netral agak earthy.
2. Batasi Penggunaan Deskripsi atau Teks yang Dimuat ke dalam Poster
Saat ini, tools AI seperti ChatGPT diketahui mampu membuat beragam jenis poster infografis dengan batasan jumlah teks tertentu. Maksudnya, meskipun Anda ingin ChatGPT menghasilkan poster infografis dengan struktur deskripsi yang panjang, tetap saja ada batasannya.
Apabila teks yang Anda minta terlalu panjang, proses generating akan memakan waktu yang cukup lama. Kemudian, dilihat dari hasilnya, poster yang diisi dengan deskripsi panjang akan terkesan sangat padat, kurang aesthetic, beberapa bagian tidak begitu terlihat, dan terjadi prompt leakage (instruksi yang seharusnya hanya diberikan kepada AI justru muncul sebagai bagian dari output).
Misalnya, Anda membuat prompt seperti ini “Buat poster infografis tentang seberapa besar manfaat matcha dengan berisi 8 poin dan jumlah kata di tiap deskripsi poin berisi 100 kata”
Inilah hasil prompt di atas. Perhatikan bagian sudut kanan bawah (kotak merah).
Teks atau kalimat deskripsi yang terlalu panjang rupanya bisa menyebabkan terjadinya prompt leakage, yakni prompt yang Anda ketik justru muncul di dalam poster. Oleh karena itu, Anda perlu membatasi penggunaan teks deskripsi dalam poster dan tentunya memberikan instruksi agar prompt yang Anda ketik tidak dimasukkan ke dalam poster oleh AI.
Ingat ya, yang tidak disarankan adalah memuat teks terlalu panjang ke dalam poster infografis, bukan tulisan prompt yang Anda buat!
3. Hindari Prompt yang Terlalu Umum
ChatGPT memang mampu membaca instruksi pengguna, tetapi juga memiliki keterbatasan dalam membaca intensi dari prompt yang Anda tulis. Hal ini sama dengan manusia yang tidak dapat membaca pikiran orang lain.
Prompt yang terlalu umum akan membingungkan ChatGPT dalam menghasilkan informasi dalam bentuk teks maupun gambar. Jadi, sebaiknya Anda tidak membuat atau menulis prompt yang terlalu umum.
- [Kurang tepat] Contoh prompt umum:
“Buatkan poster infografis tentang Matcha”
ChatGPT tidak tahu maksud dan tujuan yang Anda inginkan saat membuat poster tentang matcha tersebut. Apakah ini tentang sejarah matcha? Atau tentang varian matcha? Karena prompt seperti ini sangat umum dan sulit dimengerti oleh AI, sebaiknya Anda menghindari penggunaan prompt yang terlalu general dan tidak spesifik.
- [Tepat] Contoh prompt spesifik:
“Buatkan poster infografis tentang Efek mengonsumsi matcha berlebihan”
Walaupun prompt ini singkat, tetapi maksud dan tujuan pengguna terlihat spesifik, yakni efek buruk mengonsumsi matcha terlalu banyak yang merujuk pada pengaruhnya terhadap kesehatan tubuh manusia.
4. Gunakan Referensi Desain (Opsional)
Sebagai pengguna, Anda dapat meminta AI untuk membuat desain poster atau infografis berdasarkan referensi yang akan Anda gunakan dengan cara menyebut nama akun media sosial/brand/artist-nya dalam prompt tersebut serta menambahkan contoh gambar atau foto lewat fitur “+” (attach photos & files) atau langsung copy image ke kolom chat milik ChatGPT.
Contoh: “Buatkan aku poster infografis tentang berbagai varian menu matcha latte dan penjelasannya dengan referensi gambar dari Baby Matcha yang aku sematkan ini. Jangan copy-paste nama menu dan buat nama varian baru sendiri, serta buat kemasannya polos karena ini untuk konten edukasi” sembari melampirkan file gambar poster infografis yang Anda jadikan referensi style.
Inilah poster infografis dengan menambahkan referensi sebagai inspirasi.
Dengan menggunakan referensi yang Anda inginkan sebagai inspirasi, ChatGPT atau AI akan menghasilkan poster infografis dengan menirukan gaya atau visual yang mendekati desain tersebut. Meski cara ini tampak memudahkan pengguna, sayangnya, hasil generate image akan memakan waktu yang cukup lama karena ChatGPT perlu mempelajari atau mengidentifikasi akun/link yang Anda sebutkan dalam prompt.
5. Periksa Seluruh Tulisan dalam Prompt
Perlu Anda ketahui, ChatGPT akan menghasilkan infografis sesuai dengan prompt yang Anda buat. Jika terjadi kesalahan dalam penulisan (typo), tulisan dalam poster tersebut juga kemungkinan akan salah.
Nah, cara kerja ChatGPT tidak sama seperti Canva atau aplikasi desain grafis lainnya yang bisa di-edit secara langsung saat itu juga. Ini artinya, jika informasi dalam poster salah/typo, Anda harus render atau membuat prompt ulang dengan benar dan tepat.
Dalam hal ini, Anda wajib memeriksa prompt sebelum mengirimkannya ke ChatGPT atau tools AI lainnya. Pastikan tidak ada typo, tujuan visual jelas, dan ukuran poster yang diminta juga sesuai dengan kebutuhan Anda. Selain itu, Anda juga dapat menambahkan instruksi seperti “Pastikan tidak ada kesalahan dalam penulisan teks” agar terbebas dari typo.
Siap menggunakan AI untuk mendesain poster infografis? Saatnya Anda mencoba dengan menerapkan tips dan contoh di atas!
Hasil Poster Infografis dengan Menerapkan Tips dari Tonjoo
Setelah memahami beberapa tips di atas, Anda bisa langsung mempraktikkannya dengan membuat prompt spesifik untuk menghasilkan poster infografis yang Anda inginkan.
Berikut contoh prompt untuk membuat poster infografis agar hasilnya sesuai!
“Bantu aku buatkan poster infografis sesuai dengan keinginanku. Aku ingin kamu mengikuti instruksi berikut:
Judul: Varian matcha latte yang bisa dibuat di rumah
Instruksi untuk visualnya:
- Background dibuat dengan warna yang kontras dengan tambahan foto matcha secara samar agar terlihat asethetic tanpa menganggu konten utama
- Pendukung visualisasi yakni tambahkan foto matcha secara realistis agar tidak terlihat AI-generated
- Ukuran poster 9:16 sesuai dengan konten Instagram Story
- Totalnya ada 6 varian yang dibahas
- Pastikan tidak ada kesalahan dalam penulisan dan hindari prompt leakage
- Buat proporsional dan simetris
- Tambahkan logo Tonjoo (aku lampirkan) dan letakkan di sudut kanan bawah poster secara transparan
- Deskripsi menggunakan font comic sans
- Tambahkan bingkai atau frame pada poster agar tampak lebih kreatif
- Ukuran graphic disesuaikan
Inilah poster infografis yang dihasilkan oleh AI lewat prompt yang sudah dibuat cukup spesifik.
Sekarang, mari lihat beberapa detail pada poster infografis hasil generate ChatGPT di atas:
- Style tulisan judul sudah sesuai, yakni comic sans
- Background menggunakan warna yang kontras dengan tambahan foto matcha dengan transparansi yang kecil
- Ukuran poster sesuai dengan konten Story IG yakni 9:16
- Tidak ada typo dalam poster
- Tersedia bingkai yang diminta
- Logo juga sudah disematkan meski apa adanya sekali
Tampilan visual poster infografis yang menerapkan tips prompting di atas ternyata sudah tepat dan sesuai keinginan pengguna. Dengan memahami apa itu prompt dan cara menggunakannya, Anda bisa menyempurnakan hasil foto menjadi poster infografis, menu minuman di kafe, dan sebagainya.
Cara Membuat Poster Infografis sesuai Identitas Brand Pakai AI
Selain membuat poster infografis berdasarkan hasil rancangan prompt yang spesifik dari pengguna, ternyata tools AI seperti ChatGPT dapat digunakan untuk mengembangkan atau memperbaiki poster infografis agar identik dengan identitas brand Anda!
Yaps, sebenarnya hasil poster infografis yang sudah jadi dan mendekati sempurna, masih dapat Anda kembangkan sesuai dengan identitas brand website, produk, logo, akun media sosial, dan sebagainya. Misalnya saja, poster infografis tentang “Alasan Matcha Viral di Indonesia” dibuat identik dengan identitas brand Tonjoo!
Inilah langkah-langkah membuat poster infografis sesuai identitas brand Anda:
1. Tambahkan File Berisi Informasi Visual Brand
Cara pertama dalam membuat poster infografis adalah menambahkan file berisi informasi atau sesuatu yang berkaitan erat dengan visual brand Anda. Misalnya nih, logo brand, warna brand, jenis font atau tipografi, gaya ilustrasi desain, dan sebagainya.
File tersebut dapat berbentuk gambar (format JPEG, PNG, JPG), PDF, maupun dokumen. Gunakan fitur “Add photos and files” atau tanda “+” di ChatGPT untuk menambahkannya saat membuat prompt.
Notes: Jika ingin menambahkan logo brand Anda, gunakan file ber-extension PNG karena hasil gambarnya lebih jelas, resolusinya tidak pecah, sehingga hasil desain poster infografis juga lebih presisi saat dilihat secara langsung.
2. Cantumkan Link (Jika Tersedia)
Selain menambahkan file yang berisi informasi tentang brand, Anda juga dapat mencantumkan link dari website brand Anda ke dalam prompt saat ingin membuat poster infografis lewat AI, khususnya ChatGPT.
Mencantumkan link website dalam prompt berguna untuk memberikan informasi kepada ChatGPT mengenai elemen-elemen yang dapat dijadikan sebagai sumber referensi ketika AI tersebut menghasilkan gambar, poster, dan lain-lain. Contoh elemen yang dimaksud adalah warna dasar website, tema, font, slogan, dan sebagainya.
Link website juga dapat menjadi informasi pengganti apabila Anda tidak memiliki file berisi identitas brand, sehingga Anda tetap memiliki sumber referensi valid yang dapat dijadikan acuan dalam mengembangkan poster infografis lewat AI.
3. Sebutkan Beberapa Elemen yang Mudah Dipahami oleh AI
Meskipun Anda sudah menambahkan file yang berisi informasi mengenai ciri khas brand, Anda juga harus memberikan instruksi kepada AI dengan cara menyebutkan beberapa elemen utama dari brand Anda. Alasannya adalah agar AI mampu membaca instruksi yang Anda berikan dengan lebih detail. Dengan begitu, poster infografis yang dibuat juga relevan.
Selain itu, memasukkan ciri-ciri elemen secara spesifik saat menulis prompt juga dapat memberikan penekanan pada AI agar tidak ada miskonsepsi maupun misinformasi saat menghasilkan poster infografis.
Misalnya saja, setelah menambahkan gambar logo atau mencantumkan link website brand ke dalam prompt AI, Anda dapat menyebutkan elemen yang harus disesuaikan dengan identitas brand Anda sendiri seperti warna pada tulisan judul, background, graphics, dan lain-lain.
4. Gunakan Template yang Konsisten
Template adalah kerangka desain yang siap digunakan untuk berbagai kebutuhan konten, seperti layout, warna teks, font, dan gaya visual.
Nah, saat membuat prompt untuk poster infografis, Anda perlu memberikan instruksi kepada AI agar menggunakan template khusus yang konsisten. Misalnya, memberikan perintah pada ChatGPT agar warna teks dalam poster sesuai dengan warna brand Anda, ukuran poster sama dengan konten Instagram Story, menambahkan beberapa elemen yang khas sesuai brand identity Anda, dan sebagainya.
Dengan menggunakan template yang konsisten, brand Anda lebih mudah diingat oleh audiens, konten terlihat lebih berkualitas, dan memberikan kesan yang profesional.
5. Beri Instruksi secara Spesifik
Sama halnya dengan cara membuat prompt AI untuk pemula, Anda juga harus memberikan instruksi yang spesifik saat merancang prompt untuk poster infografis.
Seperti yang disebutkan pada poin pembahasan sebelumnya, agar hasilnya dapat menyerupai visual, tone, dan tema website/brand yang diinginkan, Anda dapat melampirkan file berisi informasi mengenai brand Anda, termasuk logo, warna dan tema website, serta lainnya.
Sebagai panduan, berikut contoh prompt untuk poster infografis agar identik dengan identitas brand Anda!
“Halo. Jadi, poster infografis ini mau aku tweak biar sesuai dengan identitas brand https://tonjoo.com yang menggunakan tone warna merah khas Tonjoo,” sembari melampirkan poster yang ingin Anda sesuaikan dengan tone website atau brand identity Anda.
Sekarang sudah sesuai dengan tone atau brand identity Tonjoo.
Wow, ternyata poster infografis yang sebelumnya dibuat menggunakan prompt yang spesifik tetapi singkat dapat dikembangkan menjadi identik dengan identitas brand website Tonjoo! Mulai dari warna, visual consistency, dan tampilan secara menyeluruh.
Ingin menambahkan logo brand Anda ke dalam poster infografis? Ternyata ChatGPT dapat mengolahnya dan menambahkan logo brand Anda ke dalam poster infografis yang sudah jadi sebelumnya, lho! Caranya adalah dengan menerapkan tips pertama, yakni menambahkan file gambar logo brand Anda.
Keren banget, kan? Pengguna dapat menambahkan logo pada poster infografis yang sudah dibuat sebelumnya atau yang akan dibuat. Pastikan prompt benar-benar spesifik dan tambahkan file pendukung sebagai referensi untuk AI. Anda pun dapat menjajal cara serupa seperti tips, instruksi, dan contoh prompt di atas.
Mengapa AI Membutuhkan Waktu yang Lama untuk Generate Gambar?
Mungkin Anda pernah merasakan betapa lamanya proses AI dalam menghasilkan konten berupa gambar, bahkan terbilang lama sekali, yakni hingga 15 menit lebih.
Lamanya AI dalam menghasilkan gambar saja terjadi karena beberapa faktor, seperti:
- AI sedang mencoba membaca instruksi pengguna yang dinilai terlalu panjang, banyak, dan rumit
- Detail instruksi yang diminta pengguna cukup banyak sehingga AI berusaha menyesuaikan permintaan tersebut
- AI memerlukan waktu lebih banyak saat pemrosesan grafik tinggi, render gambar pixel per pixel, dan sebagainya
- Server sedang sibuk atau sedang banyak pengguna di waktu yang sama ingin membuat gambar pakai ChatGPT
- Koneksi internet kurang stabil, yang membuat gambar tidak kunjung selesai diproduksi oleh AI
Cara Mengatasi Lamanya AI saat Generate Gambar
Lantas bagaimana cara mengatasi lamanya AI dalam menghasilkan gambar?
- Langsung klik “New Chat” apabila proses generate berlangsung cukup lama, yakni lebih dari 15 menit, dan copy-paste prompt sebelumnya, lalu revisi dan sederhanakan kembali.
- Klik “Try again” apabila muncul pemberitahuan bahwa terjadi kesalahan pada koneksi internet yang membuat proses generate gambar gagal
- Gunakan ukuran gambar default; cukup minta JPG atau PNG. Hindari memberikan instruksi lewat prompt pada ChatGPT untuk menghasilkan gambar berukuran 4k serta ultra-wide. Selain prosesnya sangat lama, kemungkinan gagal render justru lebih besar.
- Jangan me-refresh chat saat AI, khususnya ChatGPT, sedang generate gambar, karena prosesnya akan berlangsung lebih lama yang diakibatkan oleh waktu rendering gambar oleh AI yang akan dimulai dari awal kembali.
- Jika Anda menggunakan ChatGPT gratis untuk memproduksi banyak gambar dalam sehari, kemudian sistem memberikan peringatan bahwa kuota penggunaan harian telah habis, itu artinya Anda sudah menggunakan ChatGPT dalam jumlah yang berlebihan. Solusinya adalah mendaftar ChatGPT menggunakan akun baru atau membeli versi Pro (berbayar).
Demikian sejumlah tips membuat prompt AI untuk poster infografis yang bisa Anda coba sendiri saat menggunakan beragam tools AI, terutama ChatGPT. Usahakan untuk riset terlebih dahulu, buat prompt yang spesifik, lakukan pemeriksaan pada susunan prompt AI, dan tunggu output-nya!
Updated on August 10, 2026 by Anisa K.