Pernahkah saat mengirim prompt ke ChatGPT, Gemini, atau tool AI lainnya, ternyata hasil output yang Anda dapatkan tidak sesuai? Misalnya, tulisan pada gambar masih typo, visualisasinya belum sesuai dengan deskripsi prompt, atau AI salah tangkap dengan maksud Anda.
Hal tersebut bisa saja terjadi akibat beberapa faktor. Mulai dari susunan prompt yang belum spesifik, model AI bingung membaca instruksi yang Anda minta, kalimat prompt terlalu panjang, instruksi yang Anda ketik ternyata bertabrakan, dan lain-lain.
Lantas bagaimana cara mengatasinya? Anda bisa melakukan beberapa hal di bawah ini untuk menyempurnakan prompt atau instruksi yang akan dikirim lewat kolom chat AI!
1. Cara Memperbaiki Objek yang Tidak Sempurna pada Gambar
Pernahkah Anda menulis prompt AI untuk membuat poster infografis, tetapi ternyata hasil gambarnya tidak sesuai karena terdapat beberapa kesalahan? Misalnya saja objek dalam gambar tampak tidak sempurna dan audiens bisa mengetahui secara langsung jika infografis tersebut dibuat oleh AI.

Gambar hasil generate ChatGPT di atas awalnya berasal dari prompt ini:
Aku mau kamu buat infografis dengan judul “tips memilih matcha” dengan substansi sebagai berikut:
- Cari komposisi 100% matcha atau 100% bubuk teh hijau, tanpa gula dan krimer.
- Jangan menjadikan warna hijau saja sebagai bukti kualitas. Perhatikan asal, tanggal produksi, kedaluwarsa, dan kemasan.
- Matcha yang sangat pahit tidak selalu palsu; rasa dipengaruhi varietas, panen, pengolahan, penyimpanan, dan cara seduh.
- Ceremonial tidak otomatis memiliki manfaat kesehatan yang lebih tinggi.
- Untuk latte, culinary atau premium culinary dapat menjadi pilihan logis karena rasanya lebih kuat dan harganya biasanya lebih terjangkau.
- Perhatikan kafein, terutama jika kamu sensitif, sedang hamil, memiliki gangguan tidur, atau mengonsumsi obat tertentu.
Instruksi:
- Buat tulisannya menggunakan font comic sans dan ukurannya jangan terlalu kecil
- Visualnya pakai foto bukan gambar yang AI-able”
Dari penulisan memang tidak terlalu ada masalah, tetapi jika diperhatikan secara detail, objek dalam gambar masih belum sempurna (objek gambar pengaduk atau chasen terlihat meliyut) dan perlu diperbaiki. Untuk itu, Anda bisa memperbaikinya dengan langkah-langkah berikut:
- Anda bisa tandai bagian objek gambar yang perlu diperbaiki pada poster infografis untuk menunjukkan pada AI bahwa bagian tersebutlah yang harus diperbaiki (Lihat pada contoh gambar di atas)
- Perbaiki prompt-nya atau meminta revisi pada AI secara to the point seperti ini “Ada objek gambar yang tidak sempurna dan terlihat mleyot yakni prong pengaduk bambu atau chasen. Bisa diperbaiki sesuai dengan bentuk aslinya?”

Objek gambar prong bambu atau chasen sudah benar-benar sesuai dan diperbaiki.
Setelah diperbaiki, objek gambar sudah sesuai dengan bentuk aslinya. Tidak sulit, bukan?
2. Tips Memperbaiki Tulisan Pada Poster yang Kurang Sempurna
Selain kurang sempurnanya gambar, tulisan (text) pada poster infografis yang dibuat menggunakan AI juga terkadang masih perlu disempurnakan. Hasil yang masih belum sesuai, terutama pada tulisan sering kali disebabkan oleh prompt yang dibuat hanya berisikan instruksi umum tanpa membuatnya menjadi lebih spesifik dan detail.
Misalnya saja, Anda membuat prompt bertuliskan “Buatkan poster infografis tentang alat apa saja yang dibutuhkan untuk membuat matcha. Poster berbentuk horizontal atau landscape.”

Secara keseluruhan, hasilnya sudah bagus dan mampu merangkum sekaligus menjelaskan berbagai alat yang diperlukan oleh penikmat matcha jika ingin membuat matcha sendiri di rumah. Sayangnya, ada beberapa kata yang masih perlu diperbaiki, karena kurang nyaman dibaca.
Ketidaksempurnaan dalam memilih diksi oleh AI bisa saja terjadi karena Anda hanya menulis prompt secara umum tanpa menulis nama-nama alat beserta penjelasannya secara mandiri. Akibatnya, AI melakukan inferensi atau pemahaman yang dibuat sendiri tanpa konfirmasi ataupun tanpa mengajukan pertanyaan kepada pengguna. Walhasil, sebagian teks dalam poster infografis dinilai kurang tepat.
Bagaimana cara memperbaikinya? Anda bisa menulis prompt seperti ini:
“Tolong perbaiki teks yang ada dalam poster di atas. Kata yang perlu diperbaiki adalah
- “alat bambu berbentuk kawat halus” diubah menjadi “pengaduk bambu berbentuk seperti kuncup bunga”
- Pada alat nomor 5, kata “membuat” direvisi menjadi “membuatnya”
Dengan fokus pada perbaikan teks tertentu, ternyata cara ini ampuh untuk menyempurnakan poster infografis. Hasilnya pun dapat Anda lihat di bawah ini.

Setelah diperbaiki, hasilnya sudah benar dan tepat sesuai ekspektasi.
Pernahkah kamu membuat video menggunakan AI, tetapi hasilnya kurang sempurna? Misalnya, tidak ada suara di dalam video, background video masih salah atau kurang sesuai ekspektasi, gerakan tidak mulus, dan sebagainya.
3. Cara Memperbaiki Kesalahan pada Video yang Dibuat Pakai AI
Seperti yang Anda ketahui, ChatGPT tidak mampu memproduksi video berdurasi pendek, tetapi Anda dapat menggunakan tools AI lain seperti Kling, Pixlr, Gemini dan sebagainya. Sama halnya dengan menulis prompt untuk poster infografis, prompt untuk video juga harus ditulis secara detail agar hasilnya mendekati kebutuhan konten Anda.
Untuk produksi video AI menggunakan Gemini, sangat direkomendasikan menggunakan bahasa Inggris dibandingkan dengan bahasa Indonesia, karena hasilnya lebih mendekati ekspektasi.
Misalnya saja Anda membuat prompt seperti ini untuk 1o detik proses mengaduk matcha dengan chasen:
Create a 12-second photorealistic cinematic video of a young woman preparing traditional Japanese matcha in a calm, minimalist Japanese-inspired setting. The environment is clean, warm, and cozy, illuminated by soft natural window light.
She is using authentic matcha tools: a ceramic **chawan (matcha bowl)**, a traditional **chasen (bamboo whisk)** with clearly visible bamboo tines, and vibrant green ceremonial matcha powder already mixed with hot water.
Begin with a medium shot of the woman holding the chawan naturally. Transition into close-up macro shots focusing on the chasen moving through the matcha. Show realistic wrist movement: the woman grips the chasen correctly and whisks **rapidly using only relaxed wrist motion**, moving the whisk in a repeated **”M” or “W” pattern**, **never stirring in circles**. The bowl remains relatively stable while the whisk moves quickly.
As the whisking continues, the matcha gradually develops a smooth layer of fine, creamy microfoam across the surface. The foam should appear dense, silky, and evenly distributed. Emphasize the realistic texture of the vibrant green matcha, the bamboo whisk, and the tiny bubbles forming naturally.
Camera movement is slow and cinematic, with alternating medium shots and macro close-ups. Use shallow depth of field, realistic hand anatomy, crisp focus, natural colors, subtle bokeh, and smooth transitions. Include gentle ASMR-style sounds of the bamboo whisk brushing through the liquid.”
Dari hasil video pendek ini, ternyata footage pertama masih belum sesuai karena terlihat wanita tersebut justru seolah ingin mencium aroma matcha, alih-alih menuangkan air panas dari ketel ke dalam chawan (mangkuk matcha). Ditambah lagi, video tersebut belum dilengkapi suara untuk mendukung konten agar lebih informatif.
Melihat dua kekurangan tersebut, Anda harus mengoreksinya dengan menulis prompt lanjutan seperti berikut:
“Please add an Indonesian voice-over:
“Kamu harus mengaduknya secara cepat dengan teknik membentuk pola huruf ‘M’ atau ‘W’ menggunakan pergelangan tangan yang rileks selama kurang lebih 1 menit hingga berbusa lembut.”
and replace the opening shot of the woman smelling the aroma of the matcha with a shot of her pouring hot water from a kettle into the chawan containing the matcha powder.”
Setelah diperbaiki lewat prompt, ternyata footage pertama sudah diganti dan voice-over juga sudah disesuaikan. Namun, bila Anda perhatikan secara detail, bagian suara yang seharusnya “menggunakan pergelangan tangan” menjadi “akan pergelangan tangan”. Kemudian, teknik mengaduknya juga masih belum tepat karena tampak memutar, bukan seperti pola M atau W.
Jadi, dari sinilah Anda harus benar-benar mengutak-atik prompt sampai mendapatkan hasil yang memuaskan dan tidak ada lagi yang namanya hallucinated speech (kata-kata yang muncul berbeda dari prompt yang ditulis pengguna).
Itulah beberapa tips untuk memperbaiki prompt, baik untuk merevisi poster, gambar, hingga video sekali pun. Dalam proses analisis output yang dihasilkan oleh AI, pastikan Anda menerapkan metode human in the loop, yakni AI hanya sebagai alat untuk mempermudah pekerjaan Anda, bukan mengganti seluruh pekerjaan Anda tanpa kontrol sama sekali. Anda tetap harus membaca, memeriksa, dan menganalisis seluruh konten yang dihasilkan oleh AI sebelum menerbitkan, menggunakan sebagai bahan presentasi, dan sebagainya.
Updated on August 7, 2026 by Anisa K.

