5 Tips Penting Membuat Video Pakai AI agar Hasilnya Lebih Bagus

5 Tips Penting Membuat Video Pakai AI agar Hasilnya Lebih Bagus
SHARES

Tools AI dapat digunakan untuk membuat poster infografis instan, berbagai jenis gambar, bahkan video sekalipun hanya dengan menyusun prompt tertentu. Cara bikin video pakai AI pun tergolong mudah, asalkan Anda benar-benar dapat memahami teknik prompting yang tepat.

Namun, perlu Anda ketahui bahwa setiap assistant atau tool AI untuk membuat video (AI Video Generator) memiliki karakteristik masing-masing yang berbeda antara satu dengan yang lainnya, jadi sangat penting memerhatikan jenis atau teknik prompting tersebut.

Misalnya saja, susunan prompt untuk membuat video di Sora akan berbeda dengan Google VEO 3.1, begitu pula saat Anda menggunakan Gemini.

Mau tahu tips penting membuat video pakai AI? Anda bisa membaca penjelasannya di bawah ini!

1. Pikirkan Urutan Adegan dalam Video

Prompt untuk membuat video sangat berbeda saat Anda menyusun prompt untuk membuat gambar, foto, maupun teks. Dalam sebuah video yang berdurasi singkat sekali pun, Anda harus memikirkan berbagai adegan yang ingin ditampilkan di dalamnya. Begitu juga saat menambahkan suara sebagai pendukung jalannya cerita.

Jadi, penting untuk memikirkan alur cerita, urutan adegan, konteks dalam video, serta perkiraan durasi video dalam setiap bagian adegan yang akan ditampilkan. Mengapa begitu? Beberapa tools AI memisahkan part adegan 1, 2, 3, dan seterusnya untuk memudahkan proses editing oleh pengguna. Contohnya saja, VEED.IO menyediakan fitur tambah, hapus, atau ganti klip video secara gratis bagi pengguna, hanya saja jumlahnya terbatas.

Hal serupa juga berlaku apabila Anda menggunakan Google VEO 3.1 yang harus memikirkan urutan adegan, alur, background/lokasi video, objek dalam video, suara, dan banyak hal detail lainnya.

Maka dari itu, penting untuk menyusun kerangka adegan/alur video sebelum kamu menyusun prompt untuk membuat video AI.

2. Gunakan Layered Prompt

Tak hanya menggunakan AI sebagai alat riset yang butuh prompt berlapis atau layered prompt, video pun demikian.

Teknik prompting untuk membuat video AI memerlukan beberapa elemen penting, seperti:

  • Siapa subjek/tokoh/talent di dalam video yang akan Anda buat?
  • Apa dan bagaimana gerakan yang akan dimunculkan oleh subjek atau tokoh tersebut dalam video?
  • Bagaimana suasana, waktu, dan background di dalam video?
  • Gaya visual seperti apa yang Anda inginkan? Realistis, kartun, dreamy, cinematic, atau lainnya?
  • Teks atau isi pembicaraan yang akan diucapkan oleh subjek/tokoh
  • Gaya bicara bahkan logat yang mau diimplementasikan dalam video, apakah bahasa Indonesia gaul, baku, santai, dan lainnya?

Berbeda dengan generate gambar, Anda bisa membuat layered prompt dengan menjabarkannya seperti kalimat deskriptif. Tidak harus menggunakan poin (bullets) atau bentuk list berderet (walaupun cara ini juga efektif).

Banyak orang membuat video menggunakan VEO 3.1 dengan teknik prompting narasi deskripsi yang rinci meskipun terkesan panjang.

3. Tentukan Durasi Video secara Spesifik

Beberapa tools AI memberikan rekomendasi durasi video berdasarkan keinginan pengguna. Mulai dari 8 detik, 15 detik, 30 detik, 60 detik, dan lebih dari itu. Namun, ada pula beberapa tools AI yang tidak memberikan rekomendasi durasi video yang spesifik kepada pengguna. Jadi, sebagai user, Anda harus menambahkan catatan durasi pada susunan prompt.

Misalnya ketika Anda menggunakan Sora dari OpenAI, coba tambahkan catatan dalam susunan prompt seperti:

“Buatkan video berdurasi 30 detik agar hasilnya konsisten” atau “jaga durasi video ini maksimal 15 detik agar dapat diunggah di website”

Sementara itu, sebagian tool AI yang lain tidak dapat melakukan instruksi tersebut, tetapi tetap dapat Anda siasati dengan menghapus klip yang tidak diinginkan, yang membuat hasil video kurang efektif.

Contohnya, ketika menggunakan VEED.io, terkadang Anda tidak bisa mengatur durasi tampilan video melalui prompt, tetapi Anda bisa menyederhanakan atau membuat durasi video lebih panjang dengan menambahkan klip, teks, serta mengatur batas durasi pada menu Pengaturan secara manual.

4. Pilih Bahasa Inggris saat Menyusun Prompt untuk Video AI

Memilih bahasa Inggris saat prompting video AI ternyata sangat direkomendasikan. Hal ini dikarenakan model AI memang sejak awal dilatih menggunakan dataset global, terutama untuk tool AI seperti Gemini, Sora, VEO 3.1, dan lainnya.

Jadi, jangan heran kalau video AI yang dibuat menggunakan susunan prompt dalam bahasa Inggris terlihat lebih sinematik, secara teknis lebih detail, dan hasilnya pun relevan sesuai keinginan pengguna. Ditambah lagi, AI lebih mudah memahami instruksi prompt berbahasa Inggris yang sudah Anda tulis karena di dalamnya berisi istilah-istilah sinematografi yang umum digunakan dalam dunia film.

Berikut beberapa contoh alasan mengapa bahasa Inggris lebih direkomendasikan saat menyusun prompt untuk membuat video AI!

4.1. Keyword bahasa Inggris lebih relevan saat menggunakan Gemini

Perlu Anda ketahui bahwa Gemini jauh lebih ramah terhadap keyword maupun prompt berbahasa Inggris, meskipun tool AI yang satu ini juga dapat generate video dengan teks bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal ini dikarenakan model AI seperti Gemini dilatih menggunakan data dalam banyak bahasa, tetapi bahasa Inggris punya porsi data digital yang sangat besar. 

Ditambah lagi, bahasa Inggris jauh lebih lekat dengan istilah-istilah dalam pembuatan video serta bahasa Indonesia biasanya juga mengandung ambiguitas yang tinggi.

Untuk membandingkannya, Anda dapat melihat contoh komparasi berikut ini.

  • Contoh pembuatan video di Gemini menggunakan prompt bahasa Indonesia 

“Buat video promosi produk matcha berdurasi 10 detik dengan gaya iklan minuman premium yang realistis dan menarik.

Tampilkan segelas matcha latte berwarna hijau cerah dengan tekstur lembut di atas meja kayu. Pada awal video, kamera melakukan gerakan mendekat secara perlahan ke arah gelas. Bubuk matcha terlihat ditaburkan secara perlahan di atas permukaan minuman. Kemudian, kamera bergerak sedikit ke samping untuk memperlihatkan gelas dari sudut yang lebih menarik. Tambahkan uap tipis dan gerakan cahaya alami agar video terasa hidup dan realistis.

Gunakan pencahayaan alami yang lembut, depth of field dangkal, dan latar belakang yang estetik dengan nuansa hijau dan krem. Pertahankan tampilan matcha yang realistis, tekstur minuman yang natural, dan gerakan kamera yang halus. Jangan mengubah bentuk gelas atau warna utama matcha.

Tambahkan voice-over perempuan dengan suara ramah, hangat, dan persuasif dalam bahasa Indonesia. Ucapkan kalimat promosi berikut dengan jelas dan natural:

“Rasakan creamy-nya matcha premium dalam setiap tegukan. Saatnya nikmati matcha favoritmu!”

Inilah video hasil prompt bahasa Indonesia untuk membuat video pendek di Gemini. Pengambilan gambar berfokus pada gelas dan bagaimana bubuk matcha ditaburkan dengan sudut kamera zoom-in maupun zoom-out.

  • Contoh prompt bahasa Inggris untuk membuat video di Gemini

“Create a 10-second promotional video for a matcha brand with a realistic and visually appealing premium beverage advertising style.

Show a glass of bright green matcha latte with a smooth texture placed on a wooden table. At the beginning of the video, slowly push the camera toward the glass. Matcha powder is gently sprinkled over the surface of the drink. Then, slightly move the camera sideways to reveal the glass from a more attractive angle. Add subtle steam and natural light movement to make the scene feel alive and realistic.

Use soft natural lighting, shallow depth of field, and an aesthetic green and cream background. Preserve the realistic appearance of the matcha, natural beverage texture, and smooth camera movement. Do not change the shape of the glass or the main color of the matcha.

Add a female voice-over with a warm, friendly, and persuasive tone in Indonesian. Clearly and naturally say the following promotional line:

“Rasakan creamy-nya matcha premium dalam setiap tegukan. Saatnya nikmati matcha favoritmu!”

Add soft background music at a low volume so it does not interfere with the voice-over. Make the entire video feel like a premium matcha product advertisement for social media.

Video yang dibuat menggunakan prompt bahasa Inggris rupanya malah terlihat lebih profesional. Hal ini dapat Anda lihat dari pemilihan gelas yang sering digunakan oleh coffee shop, kemudian teknik pengambilan gambar yang tidak hanya mengandalkan zoom-in dan zoom-out, tetapi juga perpindahan posisi kamera yang seolah proper.

Meskipun begitu, kedua video di atas masih perlu dioptimalkan agar tidak terjadi visual inconsistency (visual terlihat tidak konsisten antar-frame atau antar-shot) yang membuat audiens langsung menyadari bahwa video tersebut merupakan buatan AI.

Hal yang sama sebenarnya juga berlaku saat menyusun prompt berbahasa Inggris untuk membuat video menggunakan Google VEO 3.1. Kebanyakan pengguna yang membuat video pakai VEO 3.1 akan menerjemahkan prompt bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris terlebih dahulu agar hasilnya relevan, akurat, dan sesuai ekspektasi.

Alasannya adalah VEO 3 lebih mudah memahami instruksi, konteks, dan gaya prompt yang dibuat dalam bahasa Inggris, sehingga hasil visualisasi videonya lebih mendekati keinginan pengguna.

Berikut beberapa istilah bahasa Inggris yang kerap dipakai dalam membuat video dan mudah dipahami oleh AI:

  • Cinematic lighting
  • Hyperrealistic 4K
  • Documentary style
  • Anime aesthetic
  • Volumetric light
  • Soft focus
  • High detail

Anda dapat menambahkan istilah sinematografi tersebut saat menyusun prompt untuk membuat video AI, terutama ketika menggunakan VEO 3 maupun Sora.

4.2. Proses rendering pada VEO 3.1 lebih cepat untuk generate video AI

Proses rendering video VEO 3.1 dapat dibilang lebih cepat ketika pengguna mengirim prompt dalam bahasa Inggris. Kenapa bisa? Karena model AI pada VEO 3.1 dilatih menggunakan dataset yang didominasi bahasa Inggris, AI lebih mudah dan cepat dalam mengenali struktur prompt tersebut, yang membuat performa dan kinerjanya lebih cepat dalam menghasilkan video.

Hal ini berbeda ketika Anda menyusun prompt dalam bahasa Indonesia, yang membuat AI harus mencerna maksud dan instruksi buatanmu lebih lama. Selain perlu mengenali bahasa Indonesia yang beragam kosakatanya, Anda juga membutuhkan waktu untuk memahami maksud prompt yang Anda tulis. Apalagi jika maknanya ambigu.

Jadi, jangan heran kalau banyak pengguna VEO 3.1 membuat skrip video dalam bahasa Indonesia terlebih dahulu, kemudian menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris agar video AI yang dihasilkan benar-benar akurat serta mendekati keinginan mereka.

Nah, untuk menerjemahkan prompt pembuatan video berbahasa Indonesia menjadi bahasa Inggris, Anda dapat menggunakan:

  • Fitur chat Google VEO 3.1 secara langsung
  • ChatGPT dan minta agar AI untuk membuatkan skrip atau pun deskripsi dalam bahasa Inggris
  • Google Translate

5. Sering Bereksperimen

Sama halnya untuk mendapatkan informasi yang relevan dan akurat, Anda juga harus sering bereksperimen saat menyusun prompt demi menghasilkan video AI sesuai ekspektasi. Eksperimen ini seperti trial and error; ada kalanya pasti kurang tepat, tidak sempurna, dan hasilnya dapat dilihat secara langsung melalui video buatan AI tersebut. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk selalu berlatih memperbaiki prompt AI supaya hasilnya jauh lebih maksimal.

Misalnya saja, Anda membuat video AI pakai Runaway dengan susunan prompt berikut:

“A young woman barista in a cozy coffee shop, wearing an apron, carefully preparing a matcha latte. She scoops vibrant green matcha powder into a bowl, adds hot water, and whisks it gently using a traditional bamboo whisk. The camera captures close-up shots of the foam forming, the latte art being poured into a ceramic cup. Warm ambient lighting, cinematic style, soft depth of field, calm and peaceful atmosphere.”

Ternyata setelah menggunakan prompt tersebut, Anda menemukan beberapa kesalahan, seperti:

  • Barista atau perempuan di dalam video seolah tidak benar-benar menatap mangkuk matcha saat dirinya mengaduk matcha.
  • Bamboo whisk yang ia gunakan juga masuk-keluar seolah menembus mangkuk
  • Keluar asap dari mangkuk, yang menandakan air sangat panas (hal ini tak lazim saat menyajikan matcha yang biasa diseduh dengan air bersuhu 80 derajat celcius)
  • Tangan kiri, atau lebih tepatnya jari-jari bagian tangan kiri saat memegang mangkuk terlihat tidak sempurna
  • Tidak ada peralatan dan bahan pembuatan matcha latte di sekitar mangkuk/di atas meja tersebut

Dari beberapa kesalahan di atas, Anda perlu menyempurnakannya agar video benar-benar sesuai ekspektasi dan terkesan menampilkan aktivitas yang nyata. Jadi, yang perlu Anda lakukan adalah memperbaiki prompt dengan lebih baik. Misalnya seperti ini:

“Halo, please make a video based on this prompt:

A young female barista in a cozy coffee shop, wearing an apron, is carefully whisking matcha using a traditional bamboo whisk. She is fully focused and attentive as she looks at the matcha bowl. There is no visible steam rising from the bowl, as the matcha is prepared using water at a temperature of 70°-80°C. The bamboo whisk does not come out of the bowl, and use the correct matcha stirring techniqueOn the table where she is whisking the matcha, there is a carton of fresh milk, a pouch of matcha powder, a kettle filled with hot water, and an aesthetic glass. The scene looks highly realistic and vivid. Show the barista whisking the matcha naturally. Warm ambient lighting, cinematic style, soft depth of field, and a calm, peaceful atmosphere. Ensure the barista character is complete and flawless, with no missing or distorted fingers, hands, or body parts.”

Bagaimana hasil video AI setelah memperbaiki prompt di atas?

Ternyata tokoh di dalamnya ikut berganti atau berubah, akan tetapi jika dilihat secara detail, beberapa hal sudah diperbaiki oleh Runaway seperti:

  • Posisi pengaduknya berada di dalam mangkuk meskipun cara pegang bamboo whisk-nya masih salah
  • Bamboo whisk yang benar-benar sesuai dengan model pengaduk matcha pada umumnya
  • Efek asap dari seduhan air panas yang dituang ke dalam mangkuk berisi matcha sudah hilang
  • Bahan dan peralatan pembuatan matcha tersedia di atas meja sehingga suasana terkesan hidup

Meski sudah diperbaiki, akan tetapi masih ada beberapa ketidaksempurnaan secara minor, terutama pada:

  • Pandangan mata si barista yang awalnya fokus, tetapi satu detik kemudian beralih ke depan seolah seperti sedang melamun
  • Muncul efek tidak iquify/wavy distortion saat pengaduk matcha mendekati bibir mangkuk
  • Bagian jari pada tangan kanan (terlihat cenderung lancip) sehingga tidak sama seperti jari pada tangan kiri

Nah, karena ternyata hasilnya masih belum 100% sempurna, Anda harus melakukan eksperimen berulang untuk membuat videonya sesuai ekspektasi Anda.

Itulah tips penting membuat video pakai AI yang memerlukan beberapa trik tersendiri. Pastikan Anda selalu melakukan eksperimen untuk menguji trial & error secara bersamaan untuk menghasilkan video yang relevan dan sesuai susunan prompt.

Updated on August 13, 2026 by Anisa K.

Anisa K.

Anisa K.

Pengalaman selama lima tahun terakhir yang sepenuhnya dihabiskan dalam dunia web telah membentuk perspektif profesional saya terhadap teknologi. Fokus utamanya adalah menguraikan alur kerja pengembangan serta teknologi web terkini menjadi panduan praktis. Saya sangat meyakini bahwa teknologi yang kompleks akan menjadi jauh lebih bernilai jika dikomunikasikan secara jelas dan didukung oleh riset mendalam demi mendukung komunitas pengembang.

Mari Bekerja Sama!

Wujudkan situs web impian Anda bersama kami.