Contoh Website UMKM yang Menarik dan Fungsional

Author

Taufiq Prasetya Pradana

Published on

September 9, 2026

Memilih jenis website yang tepat menjadi salah satu pertimbangan penting ketika UMKM mulai menjadikan website sebagai bagian dari strategi bisnis. Website bukan sekadar tempat menampilkan informasi usaha, tetapi juga dapat digunakan untuk memperkenalkan produk, membangun kredibilitas, hingga memudahkan calon pelanggan menghubungi atau melakukan pembelian.

Lalu, seperti apa website yang cocok untuk bisnis UMKM? Jawabannya tentu bergantung pada jenis bisnis dan tujuan yang ingin dicapai. Beberapa contoh berikut bisa menjadi referensi untuk melihat bagaimana website digunakan oleh berbagai jenis UMKM.

Kriteria Website UMKM

Website UMKM yang efektif tidak hanya mengutamakan tampilan, tetapi juga mampu mendukung tujuan bisnis dan memudahkan pelanggan berinteraksi dengan brand. Berikut adalah beberapa kriteria website UMKM yang perlu diperhatikan:

  • Desain responsif: Website mudah diakses melalui smartphone, tablet, maupun desktop.
  • Navigasi sederhana: Pengunjung dapat menemukan produk, informasi bisnis, dan kontak dengan mudah.
  • Informasi produk lengkap: Tampilkan foto, deskripsi, harga, varian, atau detail layanan yang relevan.
  • CTA yang jelas: Gunakan tombol seperti “Beli Sekarang”, “Pesan via WhatsApp”, atau “Hubungi Kami”.
  • SEO-friendly: Struktur dan konten website perlu dioptimalkan agar lebih mudah ditemukan melalui mesin pencari.
  • Cepat dan aman: Optimalkan performa sekaligus gunakan sistem keamanan yang sesuai.
  • Mudah dikembangkan: Website dapat menyesuaikan dengan kebutuhan bisnis ketika UMKM berkembang.

Contoh Website UMKM Menarik dan Inspiratif

Website dapat menjadi lebih dari sekadar halaman yang memuat informasi bisnis. Dengan struktur dan fitur yang tepat, website bisa digunakan untuk memperkenalkan produk, mendukung proses penjualan, sekaligus memudahkan calon pelanggan menemukan dan menghubungi bisnis Anda. Berikut beberapa contoh website UMKM yang dapat dijadikan sebagai referensi.

1. Kara Tungga

Contoh website UMKM

Mengusung konsep batik dengan pengaruh budaya Cina dan Belanda, website Kara Tungga tidak hanya memperlihatkan produk, tetapi juga membantu pengunjung memahami karakter dan cerita di balik setiap koleksi. Pengunjung dapat menemukan berbagai produk batik, lengkap dengan informasi mengenai nama motif, bahan, ukuran, warna, hingga teknik pembuatannya. Foto yang ditampilkan pun menggunakan resolusi tinggi. Detail seperti ini penting untuk produk kerajinan bernilai budaya karena membantu calon pelanggan memahami keunikan produk sebelum membeli.

Untuk melakukan pembelian, calon pelanggan tinggal klik tombol Add to Cart pada produk yang diinginkan. Setelah produk masuk ke keranjang, proses pembelian dapat dilanjutkan melalui halaman keranjang hingga checkout.  Satu hal yang menjadi keunikan dari halaman cart ini adalah tersedianya opsi barang dikirim sebagai hadiah yang elegan.

2. Bagbone Leather

Eksis sejak tahun 2010, Bagbone Leather adalah brand fashion asal Bantul, Yogyakarta. Produk brand ini adalah aneka macam tas dan berbagai jenis kerajinan kulit. Bagbone Leather menggunakan websitenya tidak hanya sebagai toko online, tetapi juga untuk menjangkau pelanggan B2B. Hal ini dapat dilihat dari informasi mengenai layanan white label, MOQ, dan pengiriman ke berbagai negara.

Di dalam website, pengunjung dapat menemukan berbagai kategori produk seperti tas, dompet, dan aksesori kulit. Setiap produk memiliki halaman detail yang dilengkapi dengan harga, pilihan varian, spesifikasi, serta fitur Add to Cart dan Order via WhatsApp.

Pengunjung juga dapat menemukan halaman portofolio yang menampilkan klien dan partner dari dalam maupun luar negeri. Fitur ini cukup penting bagi calon klien untuk menilai kapabilitas Bagbone sebelum melakukan kerja sama. Untuk menjangkau calon pelanggan baru, website ini juga menyediakan blog dengan berbagai topik seputar produk kulit dan leather goods.

3. Ichinogami

Ichinogami adalah creative studio yang menyediakan layanan desain, produksi, instalasi, workshop, hingga aktivasi brand. Melalui website, pengunjung dapat melihat portofolio berbagai proyek yang pernah dikerjakan Ichinogami. Dari sisi produk, website ini menyediakan informasi mengenai berbagai jenis papercraft dan mengarahkan pengunjung pada produk yang dapat dikembangkan atau digunakan untuk berbagai kebutuhan.

Selain itu, website Ichinogami menyediakan informasi mengenai workshop dan aktivasi yang dapat membantu brand berinteraksi langsung dengan audiens. Ichinogami menyediakan desain, material, dan trainer untuk kegiatan tersebut. Di bagian bawah, tersedia informasi kontak dan ajakan untuk berkolaborasi dengan brand, pemerintah, event organizer, seniman, desainer, maupun edukator.

4. Rumah Atsiri Indonesia

Rumah Atsiri adalah bisnis yang mengembangkan produk berbasis minyak atsiri sekaligus destinasi wisata wellness di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah. Website ini menarik karena tidak hanya memperkenalkan produk, tetapi juga mengintegrasikan berbagai aktivitas bisnis seperti museum, workshop, restoran, glamping, hingga toko online.

Ketika masuk ke websitenya, pengunjung dapat melihat berbagai produk seperti essential oil, parfum, personal care, home products, dan gift set melalui katalog online. Jika berminat melakukan pembelian, pengunjung akan diarahkan ke website ATSIRI Shop. Dengan integrasi tersebut, website Rumah Atsiri berfungsi sebagai media branding, pusat informasi, dan ruang transaksi.

5. Kwacis Seeds Cookies

Kwacis Seeds Cookies adalah brand camilan kue kering sehat dengan bahan baku bebas gluten. Ketika masuk ke website Kwacis, pengunjung disuguhi hero section berupa slide foto yang menonjolkan produk, lengkap dengan kandungan dan manfaat produk.

Jika menggulir sedikit ke bawah, pengunjung dapat langsung melihat berbagai produk seperti cookies, brownies, dan cheesecake lengkap dengan harga serta kategori produknya. Fitur tersebut membuat pengunjung lebih mudah menemukan produk sekaligus mengetahui pilihan yang tersedia.

Pengunjung juga dapat dengan mudah menemukan fitur account, wishlist, compare, track order, dan cart yang mendukung pengalaman belanja secara online. Fitur tersebut menunjukkan bahwa website sudah dirancang untuk menangani proses pembelian, bukan sekadar mengarahkan pelanggan ke marketplace atau media sosial.

Selain menjual produk, Kwacis Cookies menggunakan website untuk menjelaskan keunggulan produknya. Pada menu “Kenapa pilih Kwacis?”, pengunjung dapat mengetahui penggunaan tepung mocaf, berbagai jenis biji-bijian, serta positioning produk sebagai camilan gluten-free. Website juga menampilkan informasi sertifikasi halal, SPP-IRT, NIB, dan hasil pengujian nutrisi. Informasi tersebut membantu membangun kepercayaan sekaligus memperjelas diferensiasi produk.

6. Sabda Batik

Sabda Batik adalah brand UMKM yang berfokus pada produk tekstil alami, kulit, serta kerajinan ecoprint ramah lingkungan. Ketika mengakses website Sabda Batik, pengunjung langsung disuguhi tampilan hero section berupa slide yang menonjolkan produk unggulannya.

Pengunjung dapat menemukan produk yang dibagi dalam tujuh kategori, yaitu kain, alas kaki, tas dan dompet, busana, aksesori, seminar kit, dan pelatihan. Jika memang berminat, pengunjung dapat langsung memasukkan produk ke keranjang dan melanjutkan proses checkout melalui website. Fitur ini membuat website berfungsi sebagai kanal penjualan yang memungkinkan pelanggan melakukan pembelian tanpa harus berpindah ke marketplace. Website ini menyediakan informasi mengenai proses belanja, pilihan pembayaran, serta konfirmasi pesanan melalui WhatsApp. Pengembangan fitur-fitur tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembuatan toko online, yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis dan pengalaman pelanggan.

Selain berjualan, Sabda Batik menggunakan website untuk menjelaskan nilai di balik produknya. Menu Eco Friendly, Back to Nature, Respect Nature, dan Unique menjelaskan alasan penggunaan teknik ecoprint serta karakter produk yang dibuat secara alami dan tidak sepenuhnya dapat direplikasi. Dengan kombinasi katalog, fitur e-commerce, informasi pembelian, storytelling, dan konten edukatif, website Sabda Batik memiliki fungsi bisnis yang cukup lengkap.

Studi Kasus Website UMKM yang Dikembangkan Tonjoo

Setiap bisnis memiliki kebutuhan website yang berbeda. Brand fashion membutuhkan katalog yang memudahkan pelanggan melihat pilihan produk, sementara bisnis buku dan penerbitan membutuhkan struktur kategori yang dapat membantu pengunjung menemukan produk secara lebih spesifik. Hal ini dapat dilihat dari dua website UMKM yang dikembangkan Tonjoo, yaitu Amily Hijab dan Dar Al Kutub Al-Islamiyah.

Amily Hijab

Brand fashion muslimah Amily Hijab menggunakan website sebagai ruang untuk memajang berbagai katalog dan saluran penjualan produk. Pengunjung akan disuguhi berbagai koleksi seperti hijab, abaya, khimar, dress, hingga family set yang ditampilkan melalui katalog yang tersusun rapi. Tersedia juga fitur filter pada halaman produk untuk mempersempit pilihan. Setiap produk memiliki halaman detail yang memuat informasi seperti harga, pilihan warna, ukuran, material, dan size chart. Berbagai fitur tersebut merupakan bagian penting dari fitur website e-commerce yang membantu pelanggan menemukan dan mempertimbangkan produk sebelum melakukan pembelian.

Dengan kombinasi katalog, filter, detail produk, informasi varian, dan konten produk, website Amily Hijab dapat menjalankan fungsi bisnis yang cukup lengkap. Website tidak sekadar menjadi pelengkap media sosial atau marketplace, tetapi dapat menjadi etalase yang membantu memperkenalkan produk dan mendukung proses penjualan.

Dar Al Kutub Al-Islamiyah

Dar Al Kutub Al-Islamiyah adalah bisnis UMKM yang menjual buku dan kitab. Produk pada website ini dikelompokkan ke dalam kategori yang sangat spesifik, seperti Fiqh, Hadits, Ilmu Al-Qur’an, Tasawuf, Bahasa Arab, hingga Tarikh. Pengelompokan tersebut membantu pengunjung menemukan produk berdasarkan bidang ilmu yang dibutuhkan. Saat ini, website Dar Al Kutub Al-Islamiyah menampilkan lebih dari 130 produk dalam katalog.

Pengunjung dapat melihat informasi produk secara lebih detail sebelum membeli. Halaman produk mencantumkan harga, varian, SKU, kategori, hingga pilihan jenis cover dan kertas pada produk tertentu. Website ini juga memiliki blog yang memuat artikel seputar tema keislaman dan informasi yang relevan dengan produk yang ditawarkan.

Website Dar Al Kutub Al-Islamiyah dikembangkan oleh Tonjoo untuk mendukung kebutuhan bisnis dalam menghadirkan katalog produk sekaligus kanal penjualan digital. Dengan susunan katalog yang rapi dan informasi produk yang lengkap, website ini dapat membantu pengunjung menemukan produk dengan lebih mudah sekaligus memberikan pengalaman berbelanja yang lebih praktis.

Siap Membangun Website UMKM Anda Sendiri?

Itulah tadi berbagai contoh website UMKM yang dapat dijadikan inspirasi. Contoh di atas membuktikan bahwa website dapat menjalankan lebih dari satu fungsi bisnis. Di sisi lain, portofolio, storytelling, dan konten edukatif dapat digunakan untuk memperkuat branding serta membangun kepercayaan.

Karena itu, membangun website UMKM sebaiknya dimulai dari kebutuhan bisnis yang ingin dicapai. Website yang baik bukan hanya memiliki tampilan menarik, tetapi juga mampu memberikan pengalaman pengguna yang menyenangkan dan mendukung proses bisnis.

Jika Anda membutuhkan website yang dirancang sesuai kebutuhan bisnis, Tonjoo siap membantu mengembangkan website toko online untuk UMKM dengan fitur dan fungsi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Pelajari proses pembuatan website profesional di Tonjoo dan bangun website yang tidak sekadar menjadi pelengkap, tetapi dapat menjadi bagian dari strategi pertumbuhan bisnis. Konsultasi dengan Tonjoo sekarang.

 

Updated on September 9, 2026 by Taufiq Prasetya Pradana

Mari Bekerja Sama!

Wujudkan situs web impian Anda bersama kami.

Contact Us