Cara Clear Cache WooCommerce untuk Menjaga Performa Toko Online

SHARES

Cache adalah komponen penting dalam optimasi performa website WooCommerce. Dengan sistem cache, halaman dapat dimuat lebih cepat dan beban server menjadi lebih ringan. Tetapi cache yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak buruk bagi website. Dampak tersebut seperti perbedaan tampilan informasi produk hingga gangguan pada saat proses transaksi.

Maka dari itu, tutorial ini akan membahas tentang cara clear cache di WooCommerce, dengan menggunakan fitur bawaan WooCommerce dan plugin cache. Untuk mengetahui langkah-langkah clear cache WooCommerce, silakan baca tutorial ini sampai selesai.

Apa itu Cache WooCommerce?

Cache adalah data sementara yang disimpan oleh sistem untuk mempercepat proses pemuatan halaman. Pada WooCommerce, cache umumnya digunakan untuk menyimpan data-data yang berkaitan dengan toko online. Data tersebut seperti informasi produk, halaman toko, hingga hasil query database. Walaupun bermanfaat, cache perlu dibersihkan secara berkala agar data yang ditampilkan tetap akurat dan sesuai dengan update terbaru.

Kenapa Perlu Clear Cache WooCommerce?

Pada WooCommerce, cache tidak hanya berhubungan dengan kecepatan, namun juga dengan kelancaran transaksi. Jika cache dibiarkan terlalu lama tanpa dibersihkan, perubahan yang dilakukan di dashboard bisa tidak langsung terlihat oleh pelanggan. Hal ini berpotensi menimbulkan kesalahan informasi, gangguan proses checkout, hingga berpengaruh langsung pada konversi dan kepercayaan pelanggan.

Berikut penjelasan kenapa harus melakukan clear cache WooCommerce:

1. Agar perubahan harga dan stok langsung terlihat

Jika cache tidak dibersihkan, pengunjung bisa tetap melihat harga lama atau stok yang tidak akurat. Akibatnya komplain pelanggan, pesanan untuk produk yang sebenarnya sudah habis, hingga potensi kerugian karena harga promo yang tidak tampil.

2. Membantu menjaga proses checkout berjalan lancar

Cache yang bermasalah dapat menghambat proses checkout. Masalah tersebut seperti cart yang tidak terupdate dan kesalahan jumlah total belanja. Akibatnya pelanggan berpotensi gagal menyelesaikan pembayaran dan tingkat konversi menurun.

3. Mencegah kerusakan tampilan website

Setelah update tema, plugin, atau desain, cache lama dapat membuat tampilan website tidak sesuai dengan desain terbaru. Selain itu layout terlihat berantakan dan tombol tidak berfungsi. Hal ini dapat menurunkan kepercayaan dan kenyamanan pengunjung, yang berpengaruh pada keputusan pembelian.

4. Memberikan user experience yang konsisten untuk pelanggan

Clear cache yang dilakukan tepat waktu dapat memberikan user experience yang konsisten pada pelanggan. Dengan informasi yang up to date, pelanggan akan merasakan pengalaman belanja yang nyaman dan menyenangkan. Hal ini pada akhirnya meningkatkan potensi repeat order dan loyalitas pelanggan.

Jenis-Jenis Cache WooCommerce

Pada prakteknya, terdapat beberapa level cache yang berpengaruh pada performa WooCommerce. Jenis-jenis cache tersebut antara lain:

1. Object cache/Transient WooCommerce

Cache yang disimpan di database, seperti di tabel wp_options atau di memori. Data yang tersimpan seperti kurs, pajak, hasil query produk, hingga daftar kategori. Object cache dapat dibersihkan menggunakan WooCommerce Status Tools.

2. Full Page Cache

Menyimpan versi HTML utuh dari halaman. Misalnya halaman homepage, shop, kategori, produk, dan lain-lain. Biasanya berasal dari plugin cache atau dari server dan hosting. Perlu kehati-hatian saat membersihkan cache jenis ini. Pastikan untuk tidak memasukkan halaman cart, checkout, dan my account dalam daftar clear cache.

3. Cache File Statis (CSS, JS, gambar)

Berasal dari plugin cache atau optimasi yang melakukan minify css/js, kombinasi file, dan optimasi gambar. Clear cache diperlukan ketika terjadi perubahan tampilan atau script, agar versi terbaru dapat dimuat.

4. Browser Cache

Cache yang berasal dari pengunjung. Cache yang tersimpan di browser pengguna dalam bentuk CSS, JS, gambar, hingga font. Browser cache berfungsi mempercepat loading ketika user kembali berkunjung ke sebuah website. Jika browser cache belum diperbarui, pengunjung akan melihat tampilan versi lama meskipun terjadi perubahan.

5. CDN Cache

Cache di server global milik layanan CDN (Content Delivery Network) untuk file statis dan HTML. CDN cache berfungsi mempercepat akses dari berbagai region atau negara ke sebuah website. Jika terjadi kesalahan konfigurasi, seperti meng-cache halaman cart atau checkout, akibatnya dapat mengacaukan data dinamis yang meliputi isi cart, harga, dan user login.

Semua jenis cache di atas memiliki tujuan yang sama, yaitu mempercepat website. Namun untuk WooCommerce yang sifatnya dinamis, diperlukan pengelolaan dan pembersihan cache yang tepat agar data yang tersimpan di toko online tetap akurat.

Cara Clear Cache WooCommerce

Setelah mengetahui mengapa harus clear cache, selanjutnya adalah melakukan clear cache di WooCommerce Anda. Untuk melakukannya dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu menggunakan WooCommerce Status Tools dan plugin cache.

Cara Clear Cache WooCommerce menggunakan WooCommerce Status Tools

WooCommerce memiliki tools bawaan untuk membersihkan beberapa jenis cache internal. Untuk clear cache WooCommerce menggunakan WooCommerce Status Tools, ikuti langkah-langkah berikut ini:

1. Buka WooCommerce > Status

1

2. Masuk menu Tools lalu pilih opsi;

  • WooCommerce transients: Fungsinya menghapus transients WooCommerce seperti kurs, data query, dan produk.
  • Expired transients: Fungsinya menghapus transients yang sudah kadaluarsa.

2

  • Klik OK untuk melakukan konfirmasi

4

Cara Clear Cache WooCommerce Menggunakan Plugin LiteSpeed Cache

Selain menggunakan WooCommerce status tools, untuk membersihkan cache WooCommerce juga dapat dilakukan menggunakan plugin. Pada tutorial ini plugin yang digunakan adalah LiteSpeed Cache. Ikuti langkah-langkah berikut untuk clear cache WooCommerce menggunakan plugin LiteSpeed Cache:

1. Masuk ke LiteSpeed > Cache > Purge.

Add GIF 1

2. Di tab Purge pilih opsi:

  • Purge All Upgrade: Jika memilih opsi ini,vcache akan dihapus secara otomatis setelah update elemen website.
  • Auto Purge Rules for Update/Publish: Pilih halaman tertentu yang ingin di-caching.

Add GIF 2 2

3. Pada tab Excludes:

  • Masukkan URL yang dikecualikan untuk di cache di kolom Exclude Settings > Do Not Cache URLs. Untuk toko online berbasis WooCommerce, halaman yang perlu dikecualikan untuk di-cache adalah halaman Cart (keranjang belanja), Checkout, dan Akun Pengguna.

6

Kesalahan Umum Saat Clear Cache WooCommerce

Berikut adalah kesalahan umum yang terjadi saat clear cache WooCommerce:

1. Menganggap clear cache cukup dari satu lapisan saja

Banyak pengelola toko online hanya membersihkan cache dari plugin cache, lalu berasumsi semua cache sudah terhapus. Padahal pada praktiknya cache WooCommerce dapat dipengaruhi banyak lapisan. Jika hanya satu lapisan yang dibersihkan sementara lapisan lain masih menyimpan versi lama hasilnya perubahan tetap tidak muncul.

2. Mengaktifkan cache pada halaman yang tidak seharusnya di-cache

Kesalahan selanjutnya adalah mengaktifkan cache pada halaman yang tidak seharusnya di-cache. Halaman-halaman tersebut antara lain cart, checkout, akun pelanggan, dan halaman login. Karena halaman ini bersifat dinamis, proses caching yang tidak tepat dapat menyebabkan terganggunya proses bisnis.

3. Terlalu sering melakukan clear cache tanpa alasan jelas

Kesalahan berikutnya adalah terlalu sering melakukan clear cache. Hal ini umumnya terjadi sebagai respon terhadap masalah apapun yang terjadi pada toko online. Padahal setiap kali cache dihapus, server harus bekerja untuk membangun cache dari awal. Terlalu sering melakukan clear cache justru berpotensi menurunkan kecepatan website.

Kapan harus Clear Cache WooCommerce

Clear cache sebaiknya tidak dilakukan sembarangan namun dilakukan pada momen-momen tertentu. Berikut adalah kondisi yang mengharuskan clear cache:

1. Setelah update besar

Setiap pembaruan besar, seperti update versi WooCommerce, ganti tema, hingga update plugin biasanya membawa perubahan pada fungsi, struktur data, atau tampilan. Cache versi lama bisa menyimpan versi kode yang sudah tidak relevan, sehingga berpotensi rusaknya tampilan atau error pada halaman produk, cart, dan checkout.

2. Setelah mengubah banyak konten toko

Ada kalanya pemilik bisnis mengubah banyak konten toko, seperti menambahkan produk atau mengubah harga secara serentak. Tanpa clear cache, pengunjung tetap dapat melihat data lama sehingga berpotensi membingungkan.

3. Ketika terjadi masalah pada tampilan atau fungsi

Anda sebaiknya mempertimbangkan clear cache ketika menemukan gejala-gejala seperti perubahan desain yang tidak muncul, produk yang hilang dari toko, hingga tampilan yang berantakan.
Dalam banyak kasus, masalah-masalah ini terjadi karena frontend masih menampilkan versi lama yang tersimpan di cache.

4. Setelah mengubah pengaturan cache

Kondisi terakhir yang mengharuskan clear cache adalah setelah mengubah pengaturan cache. Clear cache perlu dilakukan agar tidak ada sisa konfigurasi lama yang masih tersimpan.

Berhasil Clear Cache WooCommerce?

Itulah tadi cara clear cache WooCommerce. Pengelolaan cache di WooCommerce adalah bagian penting untuk menjaga kinerja, stabilitas, dan akurasi data toko online. Cache yang tidak dikelola dengan benar dapat mengganggu proses bisnis yang akhirnya berdampak pada kepercayaan pelanggan.

Untuk memastikan pengelolaan teknis seperti ini berjalan optimal sejak awal, Anda membutuhkan website toko online WooCommerce yang dibangun secara profesional. Jika Anda ingin memiliki website toko online WooCommerce yang stabil, cepat, dan scalable, jangan ragu untuk menggunakan layanan jasa pembuatan website toko online WooCommerce Tonjoo.

Kami berpengalaman mengembangkan ratusan website e-commerce seperti Amily Hijab, Erge Store, Polygon Bikes, dan masih banyak lagi lainnya. Tonjoo siap menghadirkan website yang fungsional, aman, dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda.

Kontak Tonjoo

 

Updated on January 12, 2026 by Taufiq Prasetya Pradana

Taufiq Prasetya Pradana

Taufiq Prasetya Pradana

Berangkat dari pengalaman praktik nyata selama lebih dari 5 tahun di industri e-commerce, fokus utama saat ini adalah memadukan pengembangan WordPress dan optimasi WooCommerce ke dalam strategi digital yang nyata. Seluruh tulisan yang dihasilkan merupakan hasil dari pengujian langsung di lapangan, bukan sekadar teori. Memiliki misi untuk menyederhanakan teknologi web yang kompleks menjadi solusi yang teruji, memastikan setiap panduan teknis yang dibagikan dapat memberikan dampak nyata bagi performa bisnis dan efisiensi sistem.

Mari Bekerja Sama!

Wujudkan situs web impian Anda bersama kami.