Umum

5 Tips Manajemen Keuangan untuk Pengusaha Muda

Era sekarng berbeda dengan era sebelum tahun 2000.

Dimana, pada era jaman dulu menjadi PNS, kerja di tambang dan BUMN adalah primadona setiap orang.

Dengan berkembangnya internet saat ini, membuka banyak sekali peluang bisnis dan pekerjaan.

Dengan peluang bisnis yang semakin besar, harus diimbangi dengan kemampuan manajemen keuangan yang mumpuni.

1. Pisahkan uang bisnis dengan pribadi

Kesalahan fatal dan paling sering dilakukan oleh para pengusaha muda adalah, mencampur adukkan rekening bisnis jualan dengan rekening pribadi.

Hal ini akan sangat buruk pada arus kas keuangan bisnis, karena secara tidak sadar kamu akan dengan mudah menarik uang di ATM atau belanja online.

Padahal, uang yang digunakan kamu belanja itu adalah uang bisnis bukan uang pribadimu.

Nanti kamu akan merasa “perasaan jualanku laris, tapi kok tidak ada uangnya?”.

2. Membuat pencatatan yang lengkap

Jangan lupa untuk membuat pencatatan arus kas yang lengkap untuk bisnismu.

Misal, hari ini ada pemasukan A tapi ada pengeluaran B.

Buat pencatatan itu dengan detail, sehingga ketika dicocokkan dengan mutasi rekening dan saldo akhir akan cocok.

Pada awal-awal pencatatan memang terkesan ribet, tapi ketika kamu sudah terbiasa akan terasa manfaatnya.

3. Jangan menunda tagihan

Jika ada uang langsung bayar semua tagihan yang ada tiap bulannya.

Jangan mentang-mentang uang masih banyak, kamu jadi menyepelekan tagihan.

Ada banyak kasus dimana orang sering menunda tagihan, akhirnya bunga tagihan membengkak sehingga jumlah tagihannya menjadi melebihi kemampuan untuk membayarnya.

Usahakan selalu membayar tagihan seperti kartu kredit, internet, listrik, air tepat pada waktunya.

Hal ini juga untuk meminimalisir terjadinya pemutusan layanan sepihak. Tidak enak kan? Ketika asyik online tiba-tiba listrik mati karena belum bayar tagihan?

4. Gaji diri sendiri

Ini terkait dengan point pertama.

Selalu tetapkan gaji pada diri sendiri, walaupun kamu berbisnis sendirian.

Misal, profit bulan ini adalah Rp 5.000.000.

Jangan pakai semuanya untuk belanja atau have fun. Tapi, gunakan sebagian untuk modal usaha supaya bisnis lebih besar lagi.

Untuk gaji misal Rp 3.000.000 dan Rp 2.000.000 digunakan untuk menambah modal usaha.

5. Tetapkan target finansial

Orang membuat usaha bisnis itu pasti untuk mencapai bebas finansial.

Tentukan nominal berapa kamu bisa dikatakan bebas finansial.

Misal, untuk target keperluan pribadi kamu Rp 5.000.000.

Tapi, untuk target finansial perusahaan kamu adalah Rp 50.000.000. Dengan menetapkan target finansial yang ingin dicapai, maka otomatis akan memacu diri kamu untuk terus bekerja keras dan membuat planning yang tepat.

Mari Bekerjasama!