Google AMP: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, Keunggulan & Kekurangan

Google AMP
SHARES

Kecepatan loading halaman menjadi masalah utama yang kerap muncul pada website. Tapi, dengan software ajaib bernama Google AMP, masalah tersebut bisa segera teratasi.

Tapi, mungkin Anda masih asing dengan istilah ini. Wajar sih. AMP memang hal baru. Google AMP adalah perangkat lunak yang baru dikembangkan Google pada Februari 2016.

Supaya lebih gampang menerapkan teknologi ini ke dalam website, yuk pahami terlebih dahulu apa arti AMP.

Pelajari juga apa fungsi, keunggulan, kekurangan serta bagaimana cara kerja teknologi perangkat lunak ini pada artikel berikut.

Apa Sih Google AMP?

AMP atau Accelerated Mobile Pages merupakan teknologi perangkat lunak yang dikembangkan Google untuk mempercepat loading halaman website di perangkat mobile.

Google AMP adalah fitur khusus yang dapat meningkatkan performa website yang dihasilkan dari teknologi penyederhanaan CSS dan HTML.

Hal semacam ini juga bisa dilihat pada teknologi Facebook Instant Articles. Bedanya, AMP hanya bisa diterapkan pada mesin pencarian Google yang diakses melalui perangkat mobile.

Teknologi canggih AMP tidak berlaku pada semua halaman, melainkan hanya pada webpage berisi konten statis. Misalnya seperti blog, konten artikel atau berita. Oleh karena itu, Google AMP lebih cocok diterapkan pada jenis website artikel atau berita saja.

Ciri utama website yang sudah menerapkan teknologi AMP adalah terdapat tanda petir pada halaman website. Ketika Anda browsing Google di HP dan menemukan halaman bertanda petir, itu tandanya website sudah menggunakan teknologi AMP.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Tempat Beli Domain Terbaik.

Apa Fungsinya?

Sudah sedikit dibahas sebelumnya, fungsi utama AMP adalah untuk meningkatkan kecepatan loading sebuah halaman website khususnya saat diakses di perangkat mobile.

Dengan teknologi ini, waktu loading untuk mengakses halaman akan lebih cepat. Menurut SearchEngineLand.com, rerata loading time untuk konten yang dipasangi AMP adalah 0,7 detik. Bayangkan, kurang dari 1 detik lho!

Sementara website non AMP biasanya membutuhkan waktu loading sampai 22 detik. Sangat jauh ya bedanya!

Teknologi AMP dapat meningkatkan kecepatan loading halaman 4x lebih cepat dibandingkan website biasa melalui perangkat mobile. Kecepatan loading berperforma tinggi ini akan secara otomatis mempengaruhi banyak hal, diantaranya sebagai berikut:

Meningkatkan Page Views

Website yang dapat diakses dengan cepat berpotensi membawa pengunjung website untuk bereksplorasi pada halaman lain.

Semakin banyak halaman yang dibuka oleh pengunjung maka akan semakin tinggi pula tingkat page views. Hal ini akan membungkinkan untuk dapat meningkatkan konversi.

Menurunkan Bounce Rate

Sebuah survei menunjukkan, sekitar 53% pengunjung tidak menyukai website yang memiliki load time melebihi 3 detik. Artinya, website yang lemot membuat angka bounce rate tinggi.

Begitu juga sebaliknya, kecepatan loading yang tinggi meningkatkan user experience sekaligus menurunkan angka bounce rate. Berkurangnya bounce rate membuat halaman memiliki peringkat baik di Google Search Engine.

Meningkatkan SEO

Halaman website yang ringan, mudah diakses, mobile friendly, dan memiliki loading cepat tentu akan berdampak baik pada SEO. Semua faktor ini memungkinkan website bisa tampil di halaman teratas pada mesin pencarian.

Selain dengan AMP, Anda juga bisa meingkatkan SEO melalui tema yang tepat. Ini referensi tema WordPress gratis terbaik yang bisa Anda kunjungi.

Baca Juga: 55 Tema WordPress Gratis dan Terbaik di Tahun 2021.

Meningkatkan Visibilitas

Meskipun bukan faktor penentu, AMP Google juga berperan dalam penting dalam meningkatkan visibilitas sebuah website. Website dengan performa maksimal, loading cepat dan tampilan mobile friendly pasti lebih dapat menarik pengunjung.

Dengan daya tarik yang diciptakan dari teknologi ini akan meningkatkan kunjungan website yang berdampak pada meningkatkan visibilitas.

Dengan AMP, tampilan website akan nampak seperti carousel (tampilan horizontal) yang memudahkan viewer untuk membuka postingan lalin.

Bagaimana Cara Kerja AMP?

Setelah memahami pengertian dan fungsinya di atas, mungkin Anda bertanya-tanya bagaimana cara kerja Ampproject. Bagaimana sistem di balik teknologi yang dapat memuat halaman web kurang dari 1 detik?

Secara umum, ada 3 komponen utama yang mendukung kinerja AMP pada website. Apa saja? Simak selengkapnya berikut ini.

1. HTML

Teknologi Accelerated Mobile Projects menciptakan HTML yang lebih sederhana dari HTML biasa. Aturan ketat yang berlaku pada HTML ini berfungsi untuk memastikan loading halaman cepat.

Dampaknya, elemen HTML biasa seperti form tidak boleh dipakai pada AMP. Sejumlah tag diganti dengan tag custom yang dinamakan elemen HTML AMP. Melalui komponen ini, sebuah pola dibuat dan dioptimalisasi agar halaman lebih cepat dimuat.

2. AMP JavaScript (JS)

Selain menggunakan komponen HTML custom, teknologi ini juga memanfaatkan teknologi khusus AMP JavaScript. Adanya teknologi ini membuat penggunaan JavaScript juga dibatasi. Hanya skrip AMP saja yang boleh boleh dioptimalisasi untuk menciptakan pemuatan yang maksimal.

Teknik AMP JavaScript mengakibatkan seluruh elemen eksternal menjadi tidak sinkron. Hal ini membuat proses rendering lancar. Selain itu, AMP JavaScript juga memanfaatkan sistem sandboxing, perhitungan layout, serta teknik lain CSS untuk mempercepat loading page.

3. Cache

Cache custom pada AMP merupakan jaringan transfer konten yang didasari oleh sistem proxy. Fungsi jaringan ini adalah untuk mengelola serta mengirim seluruh dokumen yang valid.

Halaman AMP HTML diambil dan disimpan oleh cache sehingga efeknya dapat meningkatkan performa pemuatan halaman website secara otomatis.

Jaringan ini memiliki teknik validasi internal yang dapat memastikan halaman dapat berfungsi dengan baik. Selain itu, sistem ini juga memastikan bahwa proses pemuatan tidak dihambat oleh faktor eksternal.

Melalui optimasi ketiga elemen di atas, tampilan halaman yang diberi AMP menjadi berbeda dari website biasa. Tampilan halaman menjadi lebih minimalis dan sederhana.

Tampilan tersebut membuat halaman semakin ringan sehingga lebih cepat terbuka saat diakses lewat perangkat seluler. Namun, kecepatan loading tiap website juga bisa berbeda-beda.

Untuk mengetahui detail pasti seberapa cepat loading website biasanya diukur melalui alat khusus yaitu Google AMP test.

Apa Keunggulan & Kekurangan Google AMP?

Google AMP memang membuat website menjadi lebih handal, lebih user friendly dan bisa meningkatkan SEO. Cara menggunakan Google AMP juga mudah, hanya dengan menginstall beberapa plugin AMP pada website.

Meskipun demikian, AMP juga memiliki keunggulan serta kekurangan tersendiri. Jika Anda berminat dengan teknologi AMP, perhatikan plus minus efek penggunaannya di bawah ini.

Keunggulan

  • Gratis / Tanpa Biaya

Teknologi ini bisa Anda dapatkan secara gratis. Ada banyak sekali plugin AMP serta tema wordpress gratis yang menawarkan support AMP.

Untuk menginstall tema yang support AMP, Anda bisa memilih dari beberapa rekomendasi plugin gratis terbaik yang sudah kami review di artikel sebelumnya.

  • Ramah bagi Pengguna Seluler

Kelebihan utama website yang dipasang fitur AMP adalah lebih cepat diakses melalui perangkat seluler. Bahkan, kecepatan loadingnya tidak terpengaruh dengan koneksi yang lemot sekalipun.

  • Meningkatkan Pengalaman Pengguna

Teknologi AMP membantu meningkatkan user experience. Pengunjung mengakses halaman lebih cepat sehingga mereka pun puas berselancar di halaman website Anda.

  • SEO Friendly

Kecepatan loading pada halaman website membuat website Anda semakin SEO friendly dan membantu masuk di halaman pertama Google.

  • Beban Server Berkurang

Fitur utama pada AMP cache membantu proses penyimpanan data sehingga meringankan beban server yang ada pada website.

  • Optimasi Gambar Secara Otomatis

Teknologi AMP mengoptimasi seluruh komponen website secara otomatis. Hal ini juga berlaku untuk seluruh media yang digunakan, seperti gambar dan video.

Dengan AMP, sebesar apapun file yang ada di artikel, pemuatan halaman tetap lebih cepat.

Baca Juga: Apa Itu WordPress? Pengertian, Jenis, Manfaat dan Keunggulannya.

Kekurangan

  • Tampilan Sangat Sederhana

Fitur AMP mematikan beberapa elemen yang mengakibatkan website lemot – misalnya tema, plugin, widget dan lainnya. Sehingga pemasangan AMP membuat tampilan website lebih sederhana dan minimalis.

  • Widget & Plugin Tidak Berfungsi

Penggunaan widget dan plugin berlebihan memang bisa menurunkan kecepatan loading. Sehingga AMP akan menonaktifkan beberapa fungsi plugin dan widget yang ada pada website. Tujuannya adalah untuk mempercepat load time.

  • Beberapa Iklan Akan Hilang dari Halaman

Kekurangan AMP lainnya adalah ads mungkin bisa menghilang dari website. Hal seperti ini terjadi karena tidak seluruh iklan support dengan Google AMP.

  • JS Tidak Berfungsi

Jika JavaScript yang Anda atur berpotensi mengurangi performa loading, bisa saja JS tersebut tidak berfungsi jika Anda memasang AMP. AMP secara otomatis menonaktifkan JS yang dapat menurunkan daya load time website.

Baca Juga: Cara Membuat Blog/Website Gratis Paling Mudah Untuk Pemula.

Rekomendasi Plugin AMP WordPress Terbaik

Untuk memasang teknologi AMP pada website bisa dilakukan dengan berbagai cara. Jika Anda menggunakan website berbasis WordPress malah lebih gampang. Anda bisa memanfaatkan berbagai fitur plugin AMP yang dapat dipasang secara gratis dan praktis.

Berikut sejumlah Google AMP plugin yang bisa Anda pertimbangkan:

  • AMP for WP
  • PWA for WP & AMP
  • AMP for WordPress
  • Easy AMP
  • AMP Enhancer
  • Better AMP
  • AMP+ Plus
  • The Official AMP Plugin for WordPress
  • AMP on WordPress
  • dan banyak lagi

Seluruh plugin di atas menawarkan fitur AMP terbaik yang kompatibel dengan WordPress. Selain itu, instalasi serta pengelolaannya juga sangat mudah.

Sebagian AMP wordpress plugin dapat diunduh secara gratis namun ada pula yang berbayar. Mengenai detail masing-masing plugin akan kita bahas di artikel selanjutnya nanti ya.

Selain memanfaatkan beberapa plugin, memasang AMP juga bisa dilakukan dengan membuat coding sendiri. Untuk melakukan pemrograman sendiri tentu butuh keahlian dan kemampuan khusus.

Namun, Anda bisa mempercayakan agensi Tonjoo sebagai spesialis WordPress yang secara resmi ditunjuk oleh Google sebagai AMP developer Indonesia.

Kami memiliki tim pengembang yang sudah sangat ahli mengenai Accelerated Mobile Pages. Anda bisa menyerahkan seluruh proses instalasi sekaligus pemasangan AMP pada kami.

Untuk mendapatkan layanan AMP terbaik dari kami, Anda bisa menghubungi halaman kontak di sini atau dengan mengakses artikel di bawah ini.

Penutup

Itulah tadi ulasan mengenai Google AMP yang bisa kami sampaikan. Perlu digaris bawahi bahwa tidak semua jenis website cocok menggunakan teknologi AMP. Sejauh ini, hanya situs berita dan artikel blog yang paling efektif menggunakan teknologi tersebut.

Untuk itu, Anda harus cermat memilih dan menentukan fitur-fitur yang memang dibutuhkan website. Jika kebetulan Anda butuh informasi mengenai fitur dan plugin website, situs Plugin Ongkos Kirim bisa menjadi referensi. Situs tersebut menyediakan berbagai info menarik seputar plugin dan strategi dalam berbisnis online.

Sekian dulu ya dari kami. Semoga artikel Google AMP yang sudah kami sampaikan bermanfaat. Jangan lupa baca artikel kami yang lainnya di bawah ini:

 

Mari Bekerja Sama!

Wujudkan situs web impian Anda bersama kami.