Portal berita kini bukan hanya milik perusahaan media. Banyak perusahaan, instansi pemerintah, institusi pendidikan, hingga organisasi komunitas mulai membangun website portal sendiri sebagai pusat publikasi informasi.
Hanya saja, pengelolaan berita sering kali belum memiliki alur editorial yang jelas. Informasi yang dipublikasikan masih banyak yang tersebar di berbagai kanal. Ketika jumlah konten semakin banyak, struktur berita yang baik akan memudahkan pengelolaan publikasi, pencarian informasi, serta memberikan pengalaman membaca yang menyenangkan.
Melalui artikel ini, Anda dapat melihat berbagai contoh website portal berita yang dapat menjadi inspirasi. Artikel ini akan memberikan gambaran elemen website apa saja yang perlu dimiliki portal berita profesional agar mudah dikelola dan siap mendukung pertumbuhan organisasi.
Daftar Isi
Apa Itu Website Portal Berita?
Website portal berita adalah salah satu jenis website yang dibuat khusus untuk mempublikasikan dan mengelola informasi. Umumnya, informasi ini terbagi menjadi beberapa kategori, seperti politik, bisnis, olahraga, hingga gaya hidup. Website portal berita berbeda dengan blog. Perbedaan paling kentara adalah, blog umumnya dikelola oleh individu, sementara portal berita memiliki tim editorial, alur publikasi, dan konten yang lebih terstruktur.
Selain menyajikan berita terbaru, website portal berita juga perlu dilengkapi dengan fitur seperti kategori, pencarian, arsip artikel, serta pengelolaan penulis. Dengan fitur ini, organisasi dapat menyampaikan informasi secara konsisten sekaligus memberikan pengalaman membaca yang nyaman bagi pengunjung.
Contoh Website Portal Berita yang Dapat Dijadikan Inspirasi
Setiap portal berita memiliki cara berbeda dalam menyusun informasi, mengelompokkan konten, dan mengatur pengalaman pengguna. Berikut beberapa contoh website portal berita yang menunjukkan bagaimana struktur halaman, navigasi, format konten, hingga strategi monetisasi diterapkan pada media digital:
1. New York Times

Ketika mengakses website The New York Times, pengunjung langsung disuguhi oleh logo yang khas dengan tipografi serif dan layout yang terlihat seperti halaman koran dalam format digital.
Setelah itu, di bawahnya terdapat berbagai pilihan kategori berita. Halaman utama The New York Times menampilkan headline, diikuti oleh berita penting lainnya dengan hierarki visual yang berbeda. Hal ini tentunya memudahkan pembaca untuk menemukan berita yang paling relevan. Tersedia juga fitur pencarian yang membantu pembaca menemukan artikel berdasarkan kata kunci tertentu.

Halaman pencarian The New York Times
The New York Times menerapkan model bisnis subscription (berlangganan) yang sebagian kontennya hanya dapat diakses oleh pelanggan berbayar, sementara sebagian yang lain dapat dibaca secara gratis. Dengan strategi ini, media tetap bisa menjangkau audiens yang luas sekaligus memperoleh pendapatan dari pembaca yang menginginkan akses penuh.
Konten-konten yang dipublikasikan oleh The New York Times tidak hanya berupa artikel pendek, tetapi juga artikel panjang dan konten audio. Bagi pembaca yang ingin memperoleh pengalaman berbeda dalam mengonsumsi berita, media ini menyediakan fitur audio dengan durasi yang disesuaikan dengan panjang artikel.
Dari sisi target audiens, The New York Times memiliki cakupan yang jauh lebih luas daripada sekadar kategori berita. Menu utamanya membagi konten berdasarkan jenis informasi sekaligus produk editorial, sehingga penikmat berita bisa berpindah dari berita hard news ke konten yang lebih spesifik atau rekreasional.
Sementara itu, informasi penulis ditempatkan di bagian atas setiap artikel, lengkap dengan foto profil dan biografi singkat. Pembaca juga dapat membagikan artikel setelah login atau berlangganan.

Fitur audio untuk mendengarkan berita (1). Fitur share artikel (2). Informasi tentang penulis berita (3).
Untuk mendukung pengalaman tersebut, website dirancang responsif sehingga dapat diakses dengan nyaman melalui desktop, tablet, dan smartphone. Kemudahan akses di berbagai perangkat membuat pembaca dapat mengikuti konten kapan saja sekaligus mendukung strategi The New York Times dalam mempertahankan pembaca dan mendorong pertumbuhan pengguna berlangganan.
2. The Guardian

Berbeda dengan The New York Times, The Guardian lebih menonjolkan publikasi bernuansa jurnalisme yang lebih beragam dan storytelling yang kuat dengan menggunakan sistem modular story cards berbagai ukuran.
Homepage diisi dengan berbagai halaman konten seperti News, Opinion, Sport, Culture, dan Lifestyle. Keberagaman seperti ini membuat tampilan utama portal media terasa lengkap, karena pengguna dapat menemukan sekaligus mengeksplor cerita, bukan hanya sekadar menikmati berita yang sedang viral, populer, atau terkini.
Untuk menampilkan berita yang relevan kepada pembaca, The Guardian juga menyediakan fitur personalisasi berdasarkan wilayah. Pembaca bisa memilih edisi UK, US, Australia, Europe, atau International agar konten berita lokal yang ditampilkan disesuaikan dengan lokasi mereka. Penyesuaian lokasi seperti ini diharapkan dapat memperkuat keterikatan antara portal berita dan komunitas pembaca di seluruh dunia.

Pada halaman artikel, informasi tentang penulis ditempatkan di sisi kiri konten utama, lengkap dengan lokasi penulis. Di bawahnya terdapat informasi waktu publikasi pertama dan waktu pembaruan artikel yang ditampilkan secara terpisah. Detail ini membantu pembaca mengetahui kapan berita pertama kali diterbitkan sekaligus kapan terakhir diperbarui. Bukan hanya itu, fitur share juga ditempatkan di area yang sama, sehingga pembaca dapat langsung membagikan artikel tanpa harus mencari fitur tersebut di bagian lain dalam satu halaman.

Informasi tentang penulis, waktu publikasi, dan fitur share berada di area yang mudah diakses (kotak merah)
Untuk model kontennya, The Guardian justru memberikan fleksibilitas kepada pengguna untuk membaca berita maupun artikel secara gratis, karena media ini tidak menggunakan paywall yang mengharuskan pembaca berlangganan terlebih dahulu agar dapat membaca keseluruhan isi artikel.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen The Guardian untuk menjaga jurnalismenya tersedia secara bebas di website globalnya. Sebaliknya, The Guardian menerapkan model reader-supported atau opsi donasi bagi pembaca yang ingin mendukung keberlangsungan jurnalisme mereka. Pilihan donasinya pun beragam, mulai dari bulanan, tahunan, hingga sekali bayar.
3. TechCrunch

Sejak berdiri pada tahun 2005, TechCrunch berkembang menjadi salah satu media rujukan bagi pelaku industri teknologi, mulai dari startup, venture capital, produk internet, hingga perusahaan pengembang website. Hal ini dikarenakan niche yang sangat jelas dan spesifik, sehingga para pelaku industri mengakses website satu ini untuk mendapatkan informasi terkini terkait pendanaan, perusahaan, investor, produk, akuisisi, hingga perkembangan terbaru di dunia teknologi.
Secara visual, TechCrunch menggunakan desain yang terlihat clean dan contemporary. Fokus utamanya tetap pada headline dan imagery serta memuat struktur informasi yang padat, modular, dan mudah dipahami.
Tak hanya itu, struktur konten website TechCrunch tidak hanya dikelompokkan berdasarkan jenis berita, tetapi juga berdasarkan ekosistem teknologi. Jadi, pembaca yang datang dengan kebutuhan yang sangat spesifik tidak perlu scroll satu per satu sampai ke bawah untuk mendapatkan informasi sesuai minatnya.

Dilihat dari menu utama dan kategori pendukung, TechCrunch tidak hanya membangun website sebagai tempat membaca artikel, tetapi juga sebagai ekosistem media dan komunitas teknologi. Pembaca dapat menemukan berita utama, mengikuti perkembangan terbaru, hingga mengetahui agenda dan peluang untuk terlibat langsung dalam ekosistem tersebut. Kontennya pun terasa industry-oriented yang didukung oleh beragam fitur untuk memperpanjang engagement.

Penempatan fitur share di bagian atas artikel (1). Penempatan informasi penulis dan waktu publikasi artikel (2).
Dari sisi editorial, setiap artikel yang dipublikasikan telah dilengkapi dengan nama penulis yang ditampilkan di bawah judul utama bersama informasi waktu publikasi. Penempatan ini membuat informasi penting mengenai publikasi artikel terbaru mudah ditemukan sejak pertama kali membacanya.
4. Tirto

Tirto adalah portal berita asal Indonesia yang mengusung jurnalisme berbasis data, analisis, dan investigasi. Hal yang paling mudah dikenali dari Tirto adalah penggunaan ilustrasi dan infografik sebagai bagian dari identitas editorial. Jadi, visual bukan sekadar thumbnail untuk artikel, tetapi menjadi bagian dari cara Tirto menyampaikan informasi.
Homepage Tirto cukup kaya dengan berbagai program jurnalistik yang dibagi berdasarkan topik seperti Politik, Hukum, Ekonomi, Sosial Budaya, Otomotif, Teknologi, dan sebagainya. Namun, yang membuatnya lebih menarik adalah adanya kategori berbasis fungsi jurnalistik seperti News Plus dan Periksa Fakta.

Tampilan fitur pencarian berita Tirto
Menu Periksa Fakta merupakan ciri khas Tirto yang secara khusus digunakan untuk memeriksa hoaks, miskonsepsi, dan informasi keliru yang beredar di masyarakat. Melalui rubrik ini, Tirto menelusuri klaim yang beredar di masyarakat dengan membandingkannya dengan data dan sumber yang kredibel, kemudian memberikan kesimpulan mengenai kebenaran klaim tersebut.

Salah satu contoh artikel rubrik periksa fakta Tirto.ID
Selain mengandalkan iklan dan model bisnis media lainnya, Tirto juga menyediakan fitur Traktir Kopi yang memungkinkan pembaca memberikan dukungan finansial terhadap keberlangsungan jurnalisme mereka. Dukungan tersebut dapat dilakukan dengan nominal mulai dari 1 gelas bernilai Rp10.000 hingga 5 gelas senilai Rp50.000.
Menariknya lagi, Tirto secara resmi menyatakan bahwa mereka mengembangkan website dengan mempertimbangkan WCAG 2.1 Level AA, termasuk navigasi menggunakan keyboard, dukungan screen reader, kontras visual, responsive layout, dan kemampuan memperbesar teks hingga 200%. Pernyataan tersebut dapat Anda baca di website resmi Tirto.
5. Bisnis.com

Berbeda dengan portal berita umum, Bisnis.com memiliki positioning yang kuat sebagai media bisnis. Seperti nama website mereka, Bisnis.com memiliki struktur konten yang cukup kompleks dan kuat di berbagai berita seperti pasar modal, keuangan, perbankan, industri, dan sektor riil, sambil tetap menyediakan kanal di luar topik bisnis.
Selain struktur konten, berbagai kategori juga dikelompokkan untuk memudahkan pembaca menemukan topik yang ingin dibaca. Pembaca pun akan mengetahui nama dan informasi setiap penulis artikel yang diakses, karena penempatannya berada tepat di bawah ringkasan artikel, lengkap dengan foto profil, nama penulis, identitas media, serta waktu publikasi.
Tidak berhenti di situ, navigasi kategori, breaking news ticker, dan daftar artikel terpopuler turut membantu pembaca menemukan konten lain tanpa harus kembali ke halaman utama.

Tidak hanya menghadirkan berita nasional, Bisnis.com juga memiliki kanal regional dari berbagai kota di Indonesia. Strategi ini memungkinkan pembaca memperoleh informasi yang lebih relevan, sekaligus memperluas jangkauan audiens.
Walaupun sebagian besar kontennya dapat diakses secara gratis, Bisnis.com juga menyediakan layanan konten premium atau berbayar. Strategi ini menunjukkan bahwa portal berita dapat dirancang untuk mendukung strategi monetisasi tanpa mengabaikan kualitas konten.
Contoh Website Portal Berita yang Dikembangkan Tonjoo
Selain melihat contoh dari media nasional dan internasional di atas, Anda juga dapat mempelajari website yang dikembangkan oleh Tonjoo. Studi kasus berikut menunjukkan bahwa portal berita yang mudah dikelola memiliki performa yang oke dan mendukung pertumbuhan konten dalam jangka panjang.
Hipwee

Hipwee adalah media online Indonesia yang menyajikan konten seputar gaya hidup, hiburan, teknologi, hingga pengembangan diri. Target pembacanya adalah kalangan Gen Z dan milenial. Dengan kuantitas artikel yang dipublikasikan secara rutin, Hipwee membutuhkan portal berita yang mampu menangani volume konten yang tinggi sekaligus memberikan pengalaman membaca yang nyaman.
Ketika pembaca mengakses halaman utama, beragam artikel berdasarkan topik dan niche utama akan sangat mudah ditemukan, seperti gaya hidup, hiburan, teknologi, karier, hingga travel. Setiap kategori dirancang dengan hierarki yang jelas agar pembaca dapat menemukan topik yang diminati lebih cepat dan relevan dengan judul konten yang sebelumnya telah dibaca.

Tampilan fitur pencarian Hipwee
Website ini juga dilengkapi fitur pencarian, halaman kategori, dan rekomendasi artikel yang membantu pembaca menjelajahi lebih banyak konten. Dari sisi pengalaman pengguna, navigasinya dibuat sederhana agar pembaca dapat berpindah antarhalaman dengan mudah, baik dari perangkat mobile maupun desktop. Website Hipwee juga dibuat untuk mendukung proses publikasi yang berlangsung setiap hari, sehingga tetap memudahkan redaksi dalam mengelola konten.
Artikel Hipwee menggunakan struktur yang terorganisir melalui beberapa subjudul untuk membagi pembahasan menjadi bagian-bagian yang lebih mudah ditemukan. Selain struktur konten, informasi penulis dan editor juga ditampilkan pada halaman artikel. Hipwee mencantumkan nama penulis beserta deskripsi singkat mengenai profilnya. Informasi ini memberikan konteks kepada pembaca mengenai pihak yang berada di balik sebuah artikel sekaligus menjadi bagian dari struktur editorial website.
Untuk memudahkan distribusi konten, artikel juga dilengkapi dengan fitur share sehingga pembaca dapat membagikan artikel ke platform lain. Fitur seperti ini penting bagi portal berita karena memungkinkan konten menjangkau audiens di luar website dan membuka peluang untuk mendapatkan kunjungan tambahan dari berbagai saluran.
Hipwee juga menggunakan internal linking dengan menampilkan artikel lain yang masih berkaitan di bagian akhir halaman. Strategi ini membantu pembaca menemukan informasi tambahan sekaligus menghubungkan satu konten dengan konten lainnya di website.

Contoh halaman artikel berita hipwee.com
Dari sisi monetisasi, Hipwee memanfaatkan iklan sebagai salah satu sumber pendapatan. Pada halaman artikel, slot iklan ditempatkan di antara beberapa bagian konten. Penempatannya cukup proporsional karena tidak mengambil alih area utama artikel atau membuat pembaca kehilangan alur ketika membaca.
Saatnya Membangun Portal Berita Profesional
Itulah tadi contoh website portal berita yang dapat dijadikan sebagai inspirasi. Berbagai contoh website portal berita di atas tidak hanya mengutamakan tampilan yang menarik, tetapi juga dirancang untuk mendukung operasional dan pertumbuhan bisnis. Agar pembaca merasa nyaman, website perlu memiliki kategori yang jelas, navigasi yang mudah dipahami, performa optimal, dan desain yang responsif.
Selain menjadi media informasi, website portal berita juga dapat menjadi sumber pendapatan. Banyak media menerapkan model freemium, yaitu menyediakan sebagian besar konten secara gratis, lalu menawarkan paket berlangganan bagi pembaca yang menginginkan akses ke artikel premium, berita eksklusif, dan bebas iklan. Strategi ini memungkinkan organisasi membangun loyalitas pembaca sekaligus menciptakan pendapatan berkelanjutan dibandingkan dengan hanya mengandalkan iklan.
Jika Anda berencana membangun website portal berita yang profesional, mudah dikelola, mendukung pertumbuhan organisasi dan strategi monetisasi, Tonjoo siap membantu. Tim kami berpengalaman mengembangkan website dengan fitur yang dapat disesuaikan. Mulai dari manajemen editorial, pengelolaan banyak konten, optimasi performa, hingga sistem berlangganan premium. Konsultasikan kebutuhan website portal berita Anda bersama Tonjoo sekarang.
Updated on September 16, 2026 by Anisa K.


