Salah satu tantangan besar organisasi yang memiliki banyak program dan kegiatan adalah kemudahan penyampaian informasi untuk anggotanya. Penyampaian informasi yang tidak terpusat akan menyulitkan anggota dan mitra untuk menemukan informasi yang mereka butuhkan.
Website dapat menjadi solusi untuk mengelola kebutuhan tersebut. Dengan website, organisasi dapat berkomunikasi dengan publik, membangun kredibilitas, serta mendukung berbagai aktivitas secara lebih terstruktur.
Lantas, seperti apa website organisasi yang profesional dan dapat menjadi referensi? Berikut beberapa contoh website organisasi beserta elemen dan fitur yang dapat dipertimbangkan sebelum membangun website untuk organisasi Anda.
Daftar Isi
Apa itu Website Organisasi?
Website organisasi adalah saluran digital resmi yang digunakan untuk menyampaikan informasi mengenai profil, kegiatan, program, dan layanan sebuah organisasi kepada publik. Melalui website, organisasi dapat menyediakan informasi secara terpusat sehingga lebih mudah diakses oleh anggota, calon anggota, dan masyarakat umum.
Bukan hanya itu, website organisasi dapat mendukung berbagai kebutuhan operasional dan komunikasi. Organisasi dapat memanfaatkannya untuk mempublikasikan berita dan agenda, menampilkan laporan atau dokumentasi kegiatan, menerima pendaftaran anggota atau relawan, hingga menyediakan kanal donasi. Karena itu, struktur dan fitur website sebaiknya disesuaikan dengan tujuan serta karakteristik organisasi.
Mengapa Organisasi Butuh Website?
Website yang dirancang sesuai kebutuhan dapat mendukung komunikasi, publikasi program, hingga aktivitas operasional organisasi. Berikut adalah manfaat website bagi organisasi:
1. Pusat informasi
Organisasi biasanya memiliki banyak informasi yang perlu diperbarui, seperti berita, agenda, program kerja, publikasi, dan dokumentasi. Website dapat menjadi pusat informasi yang menggabungkan berbagai kebutuhan tersebut dalam satu platform sehingga lebih mudah ditemukan dan dikelola.
2. Membangun kredibilitas
Website dapat menjadi salah satu sumber informasi resmi yang membantu publik memahami identitas, visi, misi, program, dan aktivitas organisasi. Penyajian informasi yang lengkap dan terstruktur juga dapat membantu membangun kepercayaan dengan calon anggota, mitra, maupun stakeholder.
3. Mendukung program dan kegiatan
Website dapat dikembangkan untuk mendukung kebutuhan yang lebih spesifik, seperti pendaftaran anggota, relawan, peserta acara, penggalangan donasi, atau publikasi program. Dengan begitu, website tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses operasional organisasi.
Contoh Website Organisasi Populer yang Dapat Dijadikan Referensi
Berikut beberapa contoh website organisasi yang dapat menjadi referensi. Selain melihat tampilan visualnya, perhatikan juga bagaimana masing-masing website mengelola konten, mengarahkan pengunjung, menyediakan layanan, serta mendukung tujuan organisasi.
1. Muhammadiyah

Website Muhammadiyah adalah contoh website organisasi dengan desain visual yang cenderung editorial, formal, dan contemporary institutional karena cakupan aktivitasnya sangat luas. Tak heran jika website milik salah satu ormas Islam terbesar ini sangat mengandalkan fotografi, tipografi, whitespace, content cards dan hierarki berita.
Hal menarik lain pada website resmi Muhammadiyah dapat Anda lihat pada struktur konten yang dibagi berdasarkan konteks. Pada halaman utama, pengguna dapat menemukan menu-menu penting seperti Kabar Persyarikatan, Opini, Berita Populer, Tokoh, dan Hukum Islam. Sementara itu, informasi struktural seperti pendaftaran e-kartu keanggotaan, kader, event, dan sebagainya ditempatkan pada bagian footer web. Pendekatan content architecture seperti ini membuat website Muhammadiyah terlihat dikelola dengan matang.
Selain itu, sebagai organisasi Islam yang juga sudah menjalin kerja sama dengan beberapa organisasi dari negara lain, Muhammadiyah melengkapi fitur multibahasa untuk memudahkan audiens dari luar negeri agar dapat mengenal Muhammadiyah dengan lebih dekat.
Dengan jumlah keanggotaan yang sangat besar, website Muhammadiyah bisa dijadikan salah satu referensi dalam membangun website organisasi yang fleksibel dan antiribet. Contohnya dapat Anda lihat pada integrasi layanan dan ekosistem organisasi melalui Muhammadiyah ID yang memberikan keleluasaan bagi pengguna, terutama jemaah Muhammadiyah, untuk mengakses seluruh aplikasi layanan lewat satu dashboard.
2. Palang Merah Indonesia

Halaman utama website Palang Merah Indonesia (PMI) sangat menonjolkan kesan institutional service website yang identitasnya cukup mudah dikenali. Terlebih lagi, penggunaan elemen visualnya berkaitan dengan berbagai kegiatan kemanusiaan. Menu utama seperti Donasi, Donor Darah, Pelatihan & Sertifikasi, Relawan, Berita, dan Tentang Kami memberikan kesan resmi dan dapat dipercaya oleh pengguna yang datang mengunjungi website untuk mencari informasi, baik yang bersifat darurat maupun pemberitahuan sehari-hari.
Pada bagian atas, pengguna dapat melihat hero section berupa slider yang berfungsi seperti highlight area untuk menampilkan berbagai kampanye dan kegiatan PMI sebagai organisasi kemanusiaan yang aktif di masyarakat. Berbeda dengan milik Muhammadiyah, website PMI dibangun dengan landasan service discovery. Anda dapat melihatnya pada menu Donasi, Donor Darah, Pelatihan & Sertifikasi, Relawan dan sebagainya. Seluruh menu tersebut berisi informasi mendetail yang nantinya akan sangat berguna bagi pengguna, terutama mereka yang pertama kali mengakses website PMI.
Perlu Anda ketahui, pendekatan website PMI bisa dikatakan unik karena jika dilihat dari sisi omnichannel experience, website utama dapat menjadi akses informasi organisasi, sementara kebutuhan yang lebih spesifik diarahkan ke aplikasi atau portal khusus. Misalnya, ketika pengguna membuka layanan Info Stok Darah untuk mencari informasi stok darah, pengguna akan secara otomatis diarahkan ke portal ayodonor.pmi.or.id. Dengan begitu, ekosistem digital yang dibangun akan membuat pengguna merasa nyaman, terutama bagi mereka yang mengaksesnya lewat HP saat berada di luar rumah.
Website PMI juga diketahui berbekal service-oriented UX yang tujuannya bukan hanya memberi tahu masyarakat tentang siapa mereka dan apa saja kegiatannya, tetapi juga mengarahkan atau memengaruhi pengguna untuk melakukan aksi secara langsung, seperti donor darah, mencari lokasi donor, berdonasi, atau mendapatkan informasi layanan.
3. WWF Indonesia

WWF-Indonesia dapat dijadikan sebagai salah satu contoh website organisasi dengan model campaign-driven dan storytelling-oriented. Website ini menyajikan headline sebagai ruang campaign yang cukup emosional, sehingga setiap pengunjung yang mengaksesnya secara perlahan diajak memahami apa yang menjadi fokus gerakan utama WWF Indonesia. Kenapa bisa seperti itu? Sebab, setiap image di hero section membawa pesan dan CTA yang berbeda.
Struktur halaman dan konten website WWF Indonesia dapat Anda jadikan referensi dalam membangun website organisasi yang ingin menggunakan area paling strategis di homepage untuk mempertemukan isu yang sedang diangkat dengan tindakan yang dapat dilakukan pengguna.
Apalagi, jika Anda perhatikan secara saksama, struktur informasi website WWF Indonesia dibagi berdasarkan intent pengguna. Mulai dari navigasi utama, terdapat kelompok Tentang, Aksi, Terkini, Laporan, Kemitraan, serta akses untuk mendukung WWF. Bagian Aksi kemudian dibagi lagi menjadi kampanye, edukasi, dan keterlibatan seperti Members of Nature dan volunteer. Sementara Terkini berisi artikel, Stories from the Field, publikasi, dan siaran pers. Struktur website seperti ini biasanya sengaja dibuat karena mempertimbangkan apa yang mungkin ingin dilakukan pengguna.
Jadi kalau dikulik lebih dalam, website WWF Indonesia tidak hanya ingin menyajikan informasi tentang apa yang sudah mereka lakukan sebagai organisasi konservasi alam independen, tetapi juga mengubah pengunjung menjadi potential participant, supporter, atau community member.
4. Ikatan Arsitek Indonesia

Kalau melihat Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), karakter websitenya cukup berbeda dari tiga contoh sebelumnya. IAI lebih terasa sebagai professional association platform atau website organisasi profesi yang struktur situsnya memang mencerminkan kebutuhan dan fungsionalitas yang tinggi.
Menariknya, fungsi website IAI sebenarnya cukup kompleks karena audiensnya bukan hanya masyarakat umum, tetapi juga anggota IAI, calon anggota, arsitek profesional, mahasiswa, penyelenggara kegiatan, hingga pihak yang membutuhkan informasi tentang profesi arsitek. Sitemap IAI memuat kelompok seperti Layanan IAI, Informasi, Keanggotaan, Tentang IAI, Berita/Kegiatan, sampai direktori anggota.
Secara visual, IAI terasa formal, profesional, dan information-oriented, yang dapat Anda lihat pada Homepage yang menempatkan kalender kegiatan dan berita sebagai bagian penting, kemudian menyediakan akses cepat menuju beberapa layanan seperti STRA, LOG IAI, Kalkulator Arsitek, dan LMS.
Ingin membangun website yang berfungsi sebagai public information layer? IAI bisa menjadi salah satu referensi yang dapat dipertimbangkan.
5. UNICEF

UNICEF adalah organisasi yang berfokus pada pemenuhan hak dan kesejahteraan anak di berbagai negara. Oleh karena itu, website resmi organisasi ini dibuat seperti impact-driven humanitarian website yang menggunakan konten, storytelling, data, dan berbagai bentuk engagement untuk menunjukkan dampak kerja mereka.
Misalnya, di halaman Upaya UNICEF, organisasi tidak hanya menyebut bidang kerjanya, tetapi juga menjelaskan bagaimana mereka bekerja bersama pemerintah dan mitra untuk mendukung kesehatan, pendidikan, perlindungan anak, gizi, air dan sanitasi, serta kebijakan sosial. Jadi, visual pada website yang ditunjukkan pada pengguna bukan sekadar brand decoration, melainkan berfungsi untuk memberikan konteks terhadap isu yang sedang dibahas.
Tak hanya itu saja, website UNICEF juga dirancang dengan pendekatan level of engagement, artinya pengguna dapat berada pada level paling ringan, misalnya membaca artikel atau laporan. Kemudian mereka dapat mengikuti isu, berpartisipasi dalam aksi secara nyata, bergabung dengan komunitas, menjadi mitra, atau memberikan donasi. UNICEF secara eksplisit menyediakan berbagai jalur tersebut di halaman Ambil Bagian.
Bagi pengguna perangkat mobile yang biasa mengakses website UNICEF lewat HP, konten mereka dirancang menggunakan pola image, label, headline, short description, CTA, yang tentu saja relatif mudah diubah menjadi alur vertikal pada layar kecil. Hal ini bisa jadi referensi yang epic bagi Anda apabila ingin membuat website organisasi kemanusiaan yang menggabungkan storytelling dengan informasi, campaign, engagement, dan transparansi.
6. Lokadaya

Sudahkah Anda pernah mendengar nama Lokadaya? Jaringan terbuka yang menghubungkan ratusan organisasi masyarakat sipil (OMS) ini bergerak di bidang penggalangan dan pengelolaan sumber daya domestik dalam rangka memberdayakan warga dan mengembangkan pembangunan Indonesia yang inklusif.
Website resmi mereka (lokadaya.id) pun dibuat dan dikelola dengan bantuan hibah Uni Eropa melalui proyek CO-EVOLVE 2. Karena fokus mereka berkaitan erat dengan kegiatan di masyarakat dan organisasi, halaman utama Lokadaya sangat kental dengan informasi, data, jaringan, program, dan koneksi antarlembaga. Terutama bagian headline yang dijadikan pusat visual dan dilengkapi dengan elemen-elemen organisasi yang meliuk-liuk, membentuk semacam representasi visual dari jejaring masyarakat sipil.
Tentunya hal tersebut sejalan dengan program dan kegiatan Lokadaya, sehingga website menjadi digital hub untuk membangun jejaring dan ekosistem masyarakat sipil.
Sementara dari sisi content architecture, website Lokadaya menekankan pada ekosistem dan hubungan antarpihak. Navigasi utamanya membagi informasi ke dalam Jejaring, Inter-Aksi, Unit Kerja, Program, Kolaborasi, Pustaka, dan Kontak. Sementara Pustaka dibagi menjadi Kajian, Referensi, dan Materi. Dengan begitu, struktur website-nya dapat merepresentasikan cara kerja organisasi dan cocok untuk menggambarkan karakter Lokadaya itu sendiri.
Dari berbagai komponen yang ada di situs resminya, Lokadaya bisa dikatakan mampu menunjukkan value utama website mereka yang mengedepankan connectivity dan discoverability.
7. FIFA

Berbeda dengan website konvensional, situs official badan sepak bola dunia ini sangat menarik untuk dijadikan referensi website organisasi karena tampilannya benar-benar merepresentasikan global sports platform. Dari desainnya saja, website FIFA terasa bold, dynamic, editorial, dan highly visual. Ditambah lagi, FIFA menjadikan foto pemain, pertandingan, video, skor, dan visual kompetisi sebagai elemen utama mereka.
Satu lagi yang menarik dari website FIFA adalah hero section yang ditampilkan mampu menjelaskan konsep dan konteks organisasi, bahkan area homepage website juga digunakan untuk menangkap momentum. Hal inilah yang menjadikan halaman utama FIFA sangat lekat dengan moment-driven content.
Meskipun begitu, website FIFA diketahui memiliki volume konten yang sangat besar, sehingga developer membuat navigasi utamanya dipisahkan berdasarkan kebutuhan pengguna, agar mereka memiliki jalur navigasi berdasarkan apa yang ingin mereka cari. Dengan cakupan tersebut, website FIFA mampu memenuhi kebutuhan pengunjung yang beragam, baik untuk mengenal organisasi maupun mengikuti perkembangan sepak bola.
Lebih dari itu, website FIFA tidak berhenti pada read-only content. Mereka juga menyediakan Match Centre, live scores, team statistics, voting, ticketing, hospitality, fan experience, video highlights, hingga berbagai konten interaktif lainnya.
Tujuh contoh website organisasi di atas punya value dan ciri khas masing-masing yang bisa Anda jadikan referensi terbaik. Tertarik untuk membangun website untuk organisasi Anda?
Contoh Website Organisasi yang Dikerjakan Tonjoo
Setiap organisasi memiliki kebutuhan yang berbeda, sehingga website yang dibangun pun tidak bisa menggunakan pendekatan yang sama. Tonjoo berpengalaman mengembangkan website untuk organisasi dengan kebutuhan yang beragam. Berikut beberapa proyek yang dapat menjadi referensi untuk melihat bagaimana website organisasi dapat dirancang sesuai dengan tujuan dan kebutuhan masing-masing.
Dompet Dhuafa

Dompet Dhuafa adalah lembaga filantropi dan kemanusiaan yang menggunakan website untuk memperkenalkan profil, program, serta berbagai layanan kepada masyarakat. Website Dompet Dhuafa merupakan salah satu proyek yang dikembangkan oleh Tonjoo dengan kebutuhan untuk mengakomodasi berbagai informasi, program, dan layanan digital dalam satu platform.
Salah satu fiturnya yang menonjol adalah Kalkulator Zakat yang membantu pengunjung menghitung kewajiban zakat secara online. Website DMI juga menyediakan Jemput Zakat dan Konsultasi ZISWAF, sehingga kebutuhan pengguna tidak berhenti pada transaksi digital. Pengunjung dapat memperoleh bantuan sebelum menunaikan zakat maupun memilih layanan yang sesuai dengan kebutuhannya.
Bagi pengguna yang ingin berdonasi, Dompet Dhuafa menyediakan portal yang memungkinkan pengguna memilih jenis dan tujuan donasi, menentukan nominal, mengisi data donatur, serta memilih metode pembayaran. Pilihan pembayaran mencakup e-wallet, virtual account, kartu kredit, dan transfer bank. Alur tersebut membuat proses donasi dapat dilakukan langsung melalui website tanpa harus berpindah ke layanan lain.
Kombinasi berbagai layanan tersebut membuat website Dompet Dhuafa memiliki fungsi yang lebih luas dibandingkan dengan website organisasi pada umumnya. Website berperan sebagai media komunikasi organisasi sekaligus mendukung proses layanan, transaksi, dan pengelolaan hubungan dengan donatur.
Dewan Masjid Indonesia

Dewan Masjid Indonesia (DMI) merupakan salah satu organisasi yang menggunakan website sebagai pusat informasi mengenai program kegiatan. Dalam pengembangannya, Tonjoo membantu menghadirkan website DMI yang mengakomodasi kebutuhan informasi organisasi yang cukup beragam.
Salah satu bagian yang menonjol adalah menu Program yang mengelompokkan berbagai inisiatif DMI berdasarkan kebutuhan masjid. Pengunjung dapat menemukan program seperti Masjid Bersih & Sehat, Masjid Ramah Jamaah, Lingkungan Hijau, Arsitektur Masjid, Pendidikan & Dakwah, Pengembangan Ekonomi dan Sosial, hingga Penataan Organisasi dengan Digitalisasi. Struktur tersebut membantu pengunjung memahami program DMI sekaligus melihat cakupan pengembangan masjid yang menjadi perhatian organisasi.
Website ini juga menyediakan Info Masjid, Informasi Masjid, dan Informasi Mubaligh sebagai bagian dari navigasi utama. Kehadiran fitur tersebut membuat website tidak berhenti sebagai media komunikasi organisasi, tetapi turut menyediakan informasi yang berkaitan langsung dengan ekosistem masjid.
Dari sisi konten, DMI mengelola website seperti portal informasi dengan beberapa kategori, yaitu Berita, Program, Artikel, Tausiah, dan Hikmah. Berita yang ditampilkan juga dilengkapi informasi seperti penulis, tanggal publikasi, kategori, dan estimasi waktu baca, sehingga pengunjung dapat menemukan serta memahami konten dengan lebih mudah.
Siap Membangun Website Organisasi Anda Sendiri?
Berbagai contoh website organisasi di atas menunjukkan bahwa website dapat memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar menampilkan profil dan informasi organisasi. Website dapat menjadi pusat publikasi, sarana untuk membangun engagement, kanal donasi, layanan digital, hingga platform untuk menyampaikan data dan laporan kepada stakeholder.
Jika organisasi Anda membutuhkan website yang profesional dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan, Tonjoo menyediakan jasa pembuatan website untuk organisasi dengan pengembangan fitur dan teknologi yang dirancang sesuai tujuan dan operasional. Konsultasikan kebutuhan website organisasi Anda bersama Tonjoo sekarang.
Updated on September 22, 2026 by Anisa K.


