Cara Memilih CMS dan Mengapa Anda Perlu Memilih WordPress

Cara Memilih CMS dan Mengapa Anda Perlu Memilih WordPress
SHARES

Setelah Anda memahami apa itu Sistem Manajemen Konten (CMS), langkah berikutnya adalah memilih platform yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Hal ini mungkin terasa membingungkan karena saat ini tersedia banyak pilihan CMS dengan keunggulan yang berbeda-beda. Lalu, bagaimana cara memilih CMS yang tepat?

Tentunya Anda perlu mempertimbangkan beberapa faktor penting ketika ingin menggunakan CMS sesuai kebutuhan. Kemudian, Anda juga perlu memeriksa beberapa fiturnya, seperti dasbornya, alat penerbitan, hingga sistem keamanan yang ditawarkan.

Proses pemeriksaan fitur tersebut dapat dilakukan dengan mencobanya sendiri. Terlebih lagi, sebagian besar CMS tersedia secara gratis dan beberapa menyediakan versi premium, yang dilengkapi dengan uji coba gratis agar pengguna dapat merasakan langsung bagaimana kinerja CMS tersebut.

Berikut beberapa cara memilih CMS sesuai kebutuhan website Anda agar mudah dikelola.

Tips Memilih CMS yang Tepat

Ada sembilan poin penting dalam mempertimbangkan CMS agar Anda dapat mengoptimalkan performa website di masa depan.

1. Lihatlah Dashboard

Ketika Anda ingin menggunakan platform CMS, hal pertama yang perlu Anda pertimbangkan adalah bagian dashboard sebagai pusat utama pengelolaan website.

Dashboard adalah area administratif yang berfungsi untuk mengetahui segala aktivitas website secara terpadu. Mulai dari membuat dan editing konten; mengunggah dan mengelola media; melihat statistik; hingga mengatur plugin, integrasi, atau fitur tambahan.

Fyi, dalam LMS berbasis CMS, dashboard juga merupakan tempat yang sangat krusial untuk mengelola kelas, kursus, kuis, dan sebagainya.

Jadi melihat betapa pentingnya komponen ini, Anda harus memilih dashboard yang dapat mempermudah pekerjaan Anda, menyediakan fungsi yang dibutuhkan, dan tidak terlalu banyak istilah teknis apabila memperberat pekerjaan Anda.

How to Choose CMS

Untuk menguji seberapa intuitif dan mudahnya dashboard dioperasikan, Anda bisa melakukan beberapa hal. Mulai dari:

  • Membuat akun untuk beberapa peran (Misalnya saja, Administrator, Editor, Writer)
  • Buat, edit, jadwalkan, lalu hapus konten tersebut (Jika langkah-langkahnya cepat, berarti dashboard termasuk user-friendly)
  • Periksa riwayat revisi
  • Uji tampilan dashboard melalui tablet atau gadget lain
  • Periksa pengaturan hak akses
  • Pastikan kolom pencarian atau filter bekerja secara maksimal
  • Catat fitur yang membutuhkan tambahan biaya dan perlu upgrade

Apabila Anda menemui banyak kendala saat mengecek dashboard, tandanya komponen antarmuka administratif tersebut bermasalah.

2. Periksa Alat Penerbitan

Komponen berikutnya yang perlu Anda tinjau adalah alat penerbitan (Publishing tool) yang berperan penting dalam proses pembuatan, peninjauan, penjadwalan, penerbitan, hingga penarikan kembali konten ke dalam draf.

Jika Dashboard dianggap krusial, begitu pula dengan alat penerbitan. Oleh karenanya, CMS yang baik dengan alat penerbitan yang baik biasanya terasa mudah digunakan sejak proses pembuatan konten dimulai.

Penulis dapat mengetahui tombol untuk menambah pos baru, editing, menghapus, memeriksa lewat fitur preview, penjadwal, bahkan hingga proses pengarsipan konten lama.

CMS yang baik juga memberikan rasa aman ketika pengguna melakukan perubahan. Setiap revisi tersimpan dengan jelas, lengkap dengan informasi mengenai siapa yang mengubah konten dan kapan perubahan dilakukan. Jika terjadi kesalahan teknis atau human error, versi sebelumnya dapat dibandingkan dan dipulihkan tanpa harus membuat ulang halaman dari awal.

Pengelolaan media dalam komponen ini juga perlu Anda perhatikan. Misalnya, gambar, video, dan dokumen dapat diunggah, dicari, dikelompokkan, digunakan kembali, dan diperbarui dengan mudah. Dengan demikian, media dapat berperdan penting dalam mendukung aksesibilitas dan performa website.

How to Choose the right cms

WordPress unggul dalam berbagai alat penerbitannya, termasuk editor blok Gutenberg yang membuat pembuatan postingan dan halaman terasa kompleks, menjadi intuitif.

3. Pertimbangkan Fitur Multi Bahasa

How to Choose CMS

Cara memilih CMS yang tepat berikutnya yaitu melihat fitur Multi bahasa. Apabila CMS yang Anda pilih mampu memfasilitasi konten multi bahasa, pastinya jumlah pengunjung website Anda akan semakin beragam. Tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga global.

Fitur Multibahasa memungkinkan Anda untuk membuat konten dalam berbagai bahasa dan memberikan akses bagi pengguna dari negara lain untuk menerjemahkan isi keseluruhan konten secara otomatis tanpa harus menerjemahkannya secara manual menggunakan alat translate.

Dengan demikian, website Anda akan dapat menjangkau lebih banyak audiens melalui konten-konten yang tersedia dalam berbagai bahasa dari pengunjung website Anda.

WordPress dapat mendukung berbagai bahasa melalui plugin multi bahasa seperti WPML atau Polylang.

4. Pastikan Integrasi Media Sosial

How to Choose CMS

Selanjutnya, Anda perlu memastikan bahwa CMS dapat diintegrasikan dengan media sosial. Tujuannya agar situs web dan konten Anda terhubung dengan platform media sosial, sehingga memudahkan pengunjung untuk membagikan konten tersebut dan membantu meningkatkan jangkauan sekaligus trafik pada website Anda.

Jika Anda menggunakan CMS WordPress, banyak plugin menyediakan akses untuk dapat diintegrasikan dengan media sosial, seperti Jetpack dan Social Media Share Buttons & Social Sharing Icons.

5. Coba Fitur Analitik

How to Choose CMS

Fitur analitik dalam CMS sangat penting untuk menggambarkan kinerja website Anda, sehingga Anda dapat mengambil keputusan yang berdampak bagi pengelolaan website Anda ke depannya.

CMS dengan dukungan fitur Analitik yang baik membantu menjawab pertanyaan seperti:

  • Berapa orang yang mengunjungi website
  • Halaman apa yang paling sering dibuka
  • Dari mana pengunjung datang
  • Perangkat apa yang digunakan
  • Berapa lama audiens menghabiskan waktu mengakses konten atau website Anda
  • Tindakan apa yang dilakukan setelah membaca konten
  • dan sebagainya

Ketika Anda memeriksa CMS, perhatikan juga bahwa analitik tidak selalu tersedia secara lengkap sebagai fitur bawaan. Beberapa CMS hanya menampilkan statistik sederhana, sedangkan yang lain bergantung pada integrasi dengan Google Analytics, Plausible, Adobe Analytics, atau layanan lainnya. Ketergantungan ini tidak selalu menjadi kekurangan, tetapi harus diperiksa apakah integrasinya mudah, dan stabil.

Jika Anda ingin mendapatkan analisis terperinci, plugin seperti Google Analytics untuk WordPress dari MonsterInsights bisa dipertimbangkan.

6. Pertimbangkan Alat SEO

SEO (Search Engine Optimization) sangat penting untuk meningkatkan visibilitas situs web Anda di mesin pencari, terutama Google dan Bing. Terlebih lagi, SEO dinilai menjadi prioritas untuk blog, media, toko online, website perusahaan, atau platform kursus publik yang mempublikasikan konten agar dibaca oleh masyarakat umum.

Apa kaitannya alat SEO dengan CMS? Perlu Anda ketahui, CMS seharusnya memungkinkan pengelola mengatur judul halaman, deskripsi hasil pencarian, alamat URL yang mudah dibaca, struktur heading, teks alternatif gambar, dan hubungan antarhalaman. Pengaturan tersebut membantu mesin pencari mengenali topik halaman sekaligus membantu pengguna memahami isi halaman sebelum mengunjunginya.

Selain itu, Anda juga perlu mempertimbangkan aspek teknis seperti XML sitemap, canonical URL, dan pengaturan indeksasi. Ketiganya sangat berguna untuk menunjang perfoma website Anda.

Hal penting lainnya adalah CMS sebaiknya mudah dihubungkan dengan Google Search Console, Bing Webmaster Tools, atau platform analitik lain. Integrasi seperti ini dapat membantu Anda mengetahui, apakah halaman sudah terindeks, keyword apa yang mendatangkan pengunjung, dan halaman mana yang mengalami peningkatan atau penurunan performa.

How to Choose the right cms

WordPress menawarkan sejumlah plugin SEO yang kuat, seperti Yoast SEO, RankMath, dan All in One SEO Pack.

7. Pastikan Menyediakan Fitur Support

CMS mungkin terlihat mudah ketika pertama kali dipasang, tetapi masalah biasanya muncul setelah sistem mulai digunakan, diperbarui, diintegrasikan dengan plugin lain, atau menangani lebih banyak pengguna.

Sebagai antisipasi untuk membantu Anda ketika mengalami masalah, adanya fitur Dukungan sangatlah penting. Jadi, penting bagi Anda memeriksa jenis dukungan yang tersedia maupun cakupan layanan yang diberikan.

Dukungan dapat diberikan melalui dokumentasi, forum komunitas, email, tiket, percakapan langsung, telepon, atau bantuan khusus dari pengelola akun. CMS gratis dan open source biasanya lebih banyak mengandalkan dokumentasi serta komunitas, sedangkan CMS berbayar atau SaaS umumnya menawarkan dukungan resmi sesuai paket langganan.

Dokumentasi yang jelas dapat mencegah kesalahan sejak awal, sementara tim teknis yang responsif dapat membantu ketika masalah tidak dapat diselesaikan melalui dokumentasi.

How to Choose CMS

Jika Anda mengalami masalah dengan situs web Anda, penting untuk memiliki akses ke bagian support/dukungan, baik melalui dokumentasi, forum, atau dukungan langsung dari penyedia CMS. Hal ini sangat penting jika Anda tidak paham secara teknis.

WordPress memiliki komunitas besar yang menawarkan opsi dukungan yang melimpah, mulai dari forum hingga tutorial dan lainnya.

8. Lihatlah Fitur Responsif (Mobile Friendly)

Karena semakin banyak orang menggunakan perangkat seluler untuk mengakses berbagai konten di web, memiliki CMS yang responsif, atau lebih tepatnya mobile-friendy, dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi pengguna saat mengakses web Anda.

Responsivitas adalah kemampuan keseluruhan tampilan dan fungsi website untuk menyesuaikan diri dengan berbagai ukuran layar, baik ponsel, tablet, laptop, maupun desktop.

Ukuran layar ponsel jauh lebih kecil, pengguna perlu menyentuh layar, sering berada pada jaringan yang lebih lambat, dan mungkin mengakses website sambil melakukan aktivitas lain. Di sisi lain, website yang terlihat baik pada monitor besar belum tentu mudah digunakan melalui ponsel. Oleh sebab itu, penting memeriksa fitur ini untuk mengetahui seberapa tinggi responsivitas web ketika diakses melalui beragam perangkat.

How to Choose the right cms

Banyak tema WordPress yang responsif, dan plugin dapat mengoptimalkan tampilan seluler lebih lanjut seperti plugin Responsive Blocks.

9. Periksa Keamanannya

CMS tidak hanya menyimpan artikel dan gambar, tetapi juga dapat menyimpan akun pengguna, data pelanggan, transaksi, materi internal, data peserta kursus, dan berbagai konfigurasi penting. Jika sistem keamanannya lemah, dampaknya bisa berupa pencurian data, perubahan konten tanpa izin, penyebaran malware, pengambilalihan akun, hingga website tidak dapat diakses.

Pentingnya aspek keamanan tersebut membuat Anda harus memilih CMS yang memiliki pengembang aktif dalam menerbitkan pembaruan keamanan. Ketika ditemukan celah, tersedia perbaikan yang jelas dan dapat dipasang dengan cepat. Riwayat pembaruan, catatan versi, kanal pelaporan kerentanan, dan masa dukungan produk juga perlu diperiksa. CMS yang sudah lama tidak diperbarui atau memiliki banyak masalah keamanan tanpa penanganan akan berisiko besar bagi web Anda, meskipun fiturnya terlihat lengkap.

How to Choose CMS

WordPress menawarkan fitur keamanan yang tangguh, dan plugin seperti Wordfence Security dapat menambahkan perlindungan tambahan.

Sudah Siap Memilih CMS sesuai Kebutuhan Web Anda?

Itulah beberapa kriteria yang dapat Anda petimbangkan ketika bingung bagaimana cara memilih CMS yang tepat. Untuk mempraktikkannya dan supaya lebih efisien, Anda dapat mencoba versi demo gratis dari platform tersebut.

Selain mencoba CMS tersebut secara langsung, banyak juga platform CMS yang menawarkan preview lengkap untuk memandu Anda dalam menggunakan fitur-fiturnya.

Jika Anda enggan menghabiskan banyak waktu untuk mencoba CMS, Anda bisa berkonsultasi secara gratis dengan Tim Tonjoo, agensi pembuatan website yang berpengalaman dalam mengembangkan situs web untuk pemerintah hingga startup dengan menggunakan CMS.

Mari diskusikan lebih lanjut dengan menghubungi kami!

learning management system


Baca artikel terkait mengenai WordPress, WooCommerce, plugins, dan topik pengembangan website lainnya oleh Hanif pada Blog Tonjoo


 

Hanif Mufid

Hanif Mufid

Hanif Mufid memiliki pengalaman lebih dari lima tahun dalam technical translation untuk topik website development dan e-commerce. Fokus utamanya adalah menerjemahkan artikel dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris dengan tetap mempertahankan akurasi istilah teknis, kualitas informasi, dan performa SEO. Setiap konten diadaptasi agar mudah dipahami oleh audiens global tanpa menghilangkan konteks maupun pesan aslinya.

Mari Bekerja Sama!

Wujudkan situs web impian Anda bersama kami.